Helo Indonesia

Suhu Udara Panas, Anggota DWP Jateng Dilatih Bikin Eco Enzyme dari Sampah Organik

Kamis, 12 Oktober 2023 08:13
    Bagikan  
Suhu Udara Panas, Anggota DWP Jateng Dilatih Bikin Eco Enzyme dari Sampah Organik

Carolina Basaria saat melatih pembuatan eco enzyme kepada anggota Dharma Wanita Provinsi Jateng. Foto: jatengprov.go.id

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Permasalahan sampah khususnya organik dan suhu panas yang melanda beberapa waktu terakhir, menjadi perhatian masyarakat.

Para ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jateng pun berupaya mencari solusi mengatasi persoalan sampah, salah satunya adalah dengan membuat eco enzyme.

Baca juga: Viral, Cuaca Panas Bikin Ibu Muda Ini Rebus Mi Instan Gunakan Sinar Matahari

Hal itu tampak saat saat kegiatan Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme di aula DWP Provinsi Jateng, Jalan Menteri Supeno, Kota Semarang, Rabu 11 Oktober 2023.

Pemateri pelatihan pembuatan eco enzyme, Carolina Basaria mengatakan, eco enzyme adalah cairan serbaguna yang dihasilkan dari fermentasi sampah organik, seperti sisa makanan, buah dan sayur.
Eco enzyme disebut juga sebagai enzim sampah, karena dihasilkan dari sampah organik, seperti kulit sayur dan buah.

Ditambahkan, kegiatan pembuatan eco enzyme di antaranya untuk mengurangi limbah sampah dapur rumah tangga. Taknhanya itu, dengan penyemprotan eco enzyme ke udara, akan mengurangi suhu udara yang panas. Apalagi beberapa waktu terakhir, suhu udara panas terjadi di sejumlah wilayah.

Baca juga: Wujudkan Indonesia Maju, Ganjar Programkan Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana

“Saat ini yang sering kita rasakan adalah panasnya udara. Udara yang semakin panas. Kita mengadakan penyemprotan (pakai cairan eco enzyme). Polutannya berkurang, udaranya semakin segar. Itu salah satunya melalui penyemprotan ke udara,” kata Olin, sapaannya di sela kegiatan, seperti dilansir jatengprov.go.id.

Penyemprotan

Relawan Komunitas Eco Enzyme Nusantara Semarang Hebat ini menjelaskan lebih lanjut, penyemprotan cairan eco enzyme bisa dilakukan di udara. Sehingga udara jernih, mengurangi polutan yang ada di udara, serta mengurangi polusi dan menyegarkan udara. Termasuk juga, bila disemprotkan cairan eco enzyme di dalam rumah, udara juga bisa segar.

Menurut dia, cairan eco enzyme bisa disemprotkan ke tumbuhan untuk perawatan tanaman, dan lainnya. Cairan itu bukan untuk dikonsumsi meski aromanya segar. Lantaran bahannya dari sampah organik, maka hal tersebut juga mengurangi sampah yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Karena dengan berkurangnya volume sampah, juga membuat lebih baik lingkungan kita. Peserta dari DWP Jateng luar biasa senang sekali. Semoga ke depannya tidak membuang sampah lagi tapi memanfaatkan. Mereka paham karena ini hal mudah. Hanya mengingat rumus dan melakukannya setiap hari. Mudah sekali untuk diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. Manfaatnya mulai dari kebersihan, kesehatan, lingkungan,” bebernya.

Baca juga: Polisi Selidiki Motif Mahasiswi Semarang yang Diduga Bunuh Diri di Mal dan Tinggalkan Surat Wasiat

Ketua DWP Provinsi Jateng Indah Sumarno mengatakan, dengan adanya kegiatan pelatihan pembuatan eco enzyme yang diikuti sekitar 85 orang, anggota DWP akan tahu dan memahami manfaatnya.

“Pada intinya, eco enzyme ini kan salah satu upaya manajemen sampah, sehingga mengurangi sampah menjadi sesuatu yang lebih bertambah di rumah tangga,” kata Indah di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, eco enzyme memiliki banyak manfaat. Seperti pembersih, untuk pupuk, dan lainnya. Sehingga dengan adanya pelatihan tersebut, diharapkan anggota DWP bisa menyebarluaskan dan mengimplementasikan terutama dalam keluarga masing-masing, hingga lingkungan masyarakatnya.


Seorang peserta, Erwinda Kurniawati, mengaku kegiatan pelatihan sangat bermanfaat. Baik bermanfaat untuk manusia, juga untuk alam. Dia bersama para peserta bisa memanfaatkan sampah organik dari dapur rumah.

“Eco enzyme fungsinya juga membantu pengurangan pemanasan global. Kan sekarang viral untuk suhu panas hingga 38 derajat (Celcius). Kegiatannya bermanfaat banget. Di sini kita juga dijelaskan cara pembuatan eco enzyme, yang salah satunya untuk pengurangan pemanasan global,” ujar pengurus DWP Dinas Kesehatan Jateng. (Aji)