bjb Kredit Kepemilikan Rumah
Helo Indonesia

Amir Machmud Dorong Pesenam Jateng Miliki Semangat Juara di PON Aceh - Sumut

Ajie - Olahraga
Rabu, 5 Juni 2024 14:58
    Bagikan  
Amir Machmud Dorong Pesenam Jateng Miliki Semangat Juara di PON Aceh - Sumut

Para atlet Pelatda Senam Jateng berpose bersama tim Monev KONI Jateng di Laboratorium Prof Soegiono FIK Unnes

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Wakil Ketua Umum IV KONI Jateng, Amir Machmud NS menyatakan keharuannya melihat semangat para atlet saat melakukan latihan dalam Pelatda Jateng menjelang PON XXI Aceh-Sumut, September 2024 mendatang.

Dia merasakan betapa semua atlet memiliki cinta dan kesetiaan sehingga menekuni cabang olahraga ini sepanjang waktu.

"Cabor senam Jawa Tengah patut berbangga dan berbahagia punya para atlet remaja yang betul-betul mengorbankan hari-harinya untuk menekuni olahraga ini. Tinggal bagaimana kita memiliki semangat juara untuk menggaet medali emas PON Aceh-Sumut nant,’’ ujar Amir saat bersama tim monitoring dan evaluasi (Monev) KONI Jateng mengunjungi Pelatda Senam untuk PON di Laboratorium Prof Soegiono FIK Unnes, Semarang, Selasa  4 Juni 2024.

Baca juga: Kota Semarang Raih Dua Penghargaan dari ANRI, Salah Satunya Kategori Sangat Memuasakan

Pada PON Aceh-Sumut cabang senam menargetkan satu medali emas. Namun, tergantung pada situasi di sana. "Kesiapan kawan-kawan yang di Jawa Tengah ini akan membuahkan hasil yang luar biasa di Sumut nanti," kata ketua PWI Jateng itu.

 Menurutnya, senam merupakan olahraga yang tidak terukur penilaiannya. Sehingga segala sesuatu harus dihadapi dengan keyakinan dan kepercayaan diri.

 "Dengan semangat,kita bisa mempersembahkan suatu di Jawa Tengah, sehingga senam dapat di lini pertama untuk membawa sesuatu di Jateng,’’ imbuhnya Amir.

  Sebanyak  11 pesenam melakukan persiapan khusus jelang PON XXI Aceh-Sumut. Pengprov Persani Jawa Tengah (Senam) menargetkan satu emas.

 Demikian disampaikan oleh Manajer Senam Jateng sekaligus Sekum Persani Jateng, Tommy Soenjoto. Tommy menambahkan, ada 11 atlet dan empat pelatih.

Mulai Juni ini akan dilakukan training camp. Untuk nomor artistik putra langsung di Pati sampai dengan PON karena di sana sudah ada GOR senamnya. Kemudian artistik putri selama bulan Juni lalu di Pati.

Baca juga: Mahasiswa Fakultas Ilmua Komunikasi USM Kampanyekan Nusantara Bermain

Lalu ritmik di Semarang sampai dengan PON. Dan aerobic gymnastic pada Juni di Brebes karena alatnya di sana, sedangkan pada Juli sampai PON di Kota Semarang.

 Komposisi atlet senam Jawa Tengah terdiri dari tiga artistik putra, tiga artistik putri, dua ritmik, tiga aerobic gymnastics.

 Sesuai hasil Pra-PON lalu, lawan terberat artistik putra dari provinsi Riau, Jawa Timur, dan DKI Jakarta karena ada atlet pelatnas. Untuk artistik putri, harus mewaspadai dari DKI Jakarta, khususnya peraih empat medali emas PON Papua 2021, Rifda Irfanaluthfi.

 "Artistik putri dari Jakarta ini langganan Pelatnas dan sekarang lolos Olimpiade Paris. Tapi saat ini dia kondisinya masih ACL (cedera ligamen lutut) proses penyembuhan," "katanya didampingi Pelatih Senam Artistik Putra Yuli Hermawan dan Senam Ritmik Perempuan Intan Oktofiani.

Sementara itu, untuk ritmik harus mewaspadai dari DKI Jakarta dan Lampung. Kemudian aerobic gymnastics harus mewaspadai dari Provinsi Jambi dan DKI Jakarta. "Karena Jawa Timur dan Jawa Barat try out di luar negeri selama tiga bulan," ujarnya.

Baca juga: Seminar PWI Pusat, Pers Kawal Pilkada Serentak 2024 Secara Menyeluruh

Cabang senam sendiri merencanakan melakukan try out di Jawa Barat dan Jakarta. "Meskipun alatnya sewa, kami menyesuaikan tuan rumah," katanya.

Menyesuaikan hasil dari Pra-PON, pihaknya memperoleh satu emas, dua perak dan satu perunggu. "Minimal seperti itu," ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya tidak bisa menjanjikan lebih. Karena faktor sarana dan prasarana yang kurang.

 Dia menambahkan, tidak adanya GOR Senam dan kolam bisa menjadi kendala selama melakukan pelatda. "Karena faktor risiko atlet senam kami sangat tinggi, dua atlet kami masih dalam proses penyembuhan, satu ACL satunya PCL," ujarnya.

 "Kami berharap masyarakat Jawa Tengah mendoakan yang terbaik, dan kapan kami dibikinkan GOR Senam," tandasnya.

Siap Mental

Salah satu atlet peraih perunggu serba bisa putri, Yogi Lailla Rahmadhani, asal Pati menjelaskan dirinya bersama atlet lainnya berlatih pagi hingga sore setiap hari di rumah masing-masing sebelum melakukan training camp (TC).

 "Kami sudah siap secara mental dan fisik untuk mengikuti PON Sumatera Utara, targetnya mungkin semoga bisa mempertahankan satu perak, kalau bisa melebihi," katanya didampingi Satria Tri Wira Yudha asal Semarang peraih perak alat palang tunggal dan Catur Indah Lestari asal Semarang peraih emas babak kualifikasi PON. (Aji)