HELOINDONESIA.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan soal kepemimpinan mendatang pada Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR (sidang bersama DPR/DPD RI), Selasa 16 Agustus, menyambut HUT ke-78 Proklamasi Kemerdekaan RI di Gedung MPR/DPR/DPD RI
Jokowi mengungkapkan, Indonesia membutuhkan pemimpin yang berani untuk menjaga kebijakan-kebijakan yang sudah berjalan saat ini, yang dibuat untuk memajukan bangsa. Presiden kembali memberi contoh soal hilirisasi industri yang diyakni menaikkan income negara berkali lipat.
“Ke depan, Indonesia butuh pemimpin yang berani. Bukan tentang siapa presidennya, tapi pemimpin yang yang berani, konsisten terhadap apa yang sudah kita mulai ini, berani enggak, ini butuh keberanian,” ujar Presiden Jokowi di hadapan ratusan anggota MPR yang terdiri dari anggota DPR dan DPD RI itu.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menggunakan pakaian ada dari Kabupaten Tanimbar, Maluku Utara, dia tampak bangga dan menunjukkan kekayaan budaya bangsa.
Baca juga: Foto Dirinya Digunakan Capres untuk Sosialiasi Pilpres, Jokowi Sebut Boleh-boleh Saja
Dia menyatakan, keberanian dan konsistensi tersebut diperlukan karena tantangan dan tekanan yang dihadapi oleh Indonesia ke depannya akan makin meningkat.
“Ke depan butuh pemimpin yang berani, karena ke depan tekanan-tekanan akan semakin berat, dibutuhkan nyali, keberanian, dan konsistensi,” katanya.
Jokowi juga mengatakan, pemimpin ke depan butuh daya tahan. Bukan saja daya tahan lari sore, tapi juga lari maraton, dia memberikan perumpamaan. “Sanggup atau tidak. Yang dibutuhkan bukan jalan-jalan sore, yang kita butuhkan larin maraton untuk mencapai Indonesia emas,” tandasnya.
Baca juga: Presiden Jokowi Ceritakan Sosok Anggota Paskibraka dari Asmat, Naik Kapal 5 Hari 5 Malam
Presiden Jokowi juga menyampaikan sejumlah perkiraan yang diperoleh kalah hilirisasi dilanjutkan, pendapatan negara akan berlipat-lipat.
Menurutnya, kebijakan berani yang dilakukan oleh Indonesia seperti hilirisasi industri nantinya akan menghadapi tantangan yang tidak mudah. Presiden juga menyebut tantangan tersebut dapat berdampak terhadap ekonomi nasional sehingga diperlukan konsistensi untuk mempertahankan kebijakan yang telah ada.
Pelarangan ekspor bahan mentah tambang, memang membuat berat bagi pihak-pihak yang selama ini menikmati. Sedangkan, ke depannya akan memberikan peningkatan untuk rakyat.
Baca juga: Rabu Ini, Presiden Jokowi akan Sampaikan Dua Kali Pidato di Gedung MPR/DPR
Oleh karena itu, Presiden Jokowi meyakini bahwa jika Indonesia bisa konsisten mempertahankan hilirisasi industri dalam beberapa tahun ke depan, maka Indonesia bisa menjadi negara maju. (**)
