HELOINDONESIA.COM - Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan reshuffle cabinet. Jokowi mengangkat ketua relawan Projo (Pro Jokowi) Budi Arie Setiadi menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).
Semula, posisi Menkominfo berasal dari kalangan Partai Nasdem, yakni Johnny G Plate, yang kini tersandung kasus korupsi BTS 4G Kominfo.
Dengan tanpa adanya Johnny G Plate di Kabinet, posisi Menteri dari Nasdem tinggal dua, semula tiga, yakni Mentgeri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Ternyata, Rushuffle. jumlah Menteri Nasdem, jatahnya tidak dipulihkan oleh Presiden Jokowi, dan kini tetap tinggal dua Menteri tersebut. Kabarnya, Partai Nasdem juga tidak mengajukan orangnya untuk dijadikan Menteri kalau terjadi reshuffle.
Baca juga: DPR Sebut Industri Tekstil Anljok Akibat Gempuran Impor Tekstil Ilegal dan Pakaian Bekas
Kalangan Partai Nasdem juga tampak sudah tidak peduli lagi. Ketua DPP Partai NasDem, Effendi Choirie biasa disapa Gus Choi), sebelum pelantokan menyatakan, partasinya masih tetap seperti sikap awal, yakni mendukung Presiden Jokowi sampai akhir masa jabatan. Namun, dia menilai, Jokowi sekarang makin sak karepe dhewe (semau sendiri).
"Nah ini kan 5 tahun belum selesai, ya kita dukung sampai akhir, setelah itu dia didukung kok sak karepe dewe ya terserah aja," kata Effendy Choirie, Minggu 17 Juli di Senayang, Jakarta Pusat.
Gus Choi bicara soal berkhianat. Menurut dia, Partai NasDem akan selalu berkomitmen dan tidak akan berkhianat sampai selesai masa kepemimpinan Jokowi.
Baca juga: Reshuffle Kabinet, Nama-nama Baru Mengisi Jajaran Menteri Jokowi-Maruf Amin
"Yang penting kebaikan kesetiaan komitmen itu ada pada kami, kami tak mau berkhianat, kalau dia mengkhianati ya dia yang berkhianat," kata Gus Choi.
Seperti diberitakan, Senin pagi 18 Juli, Presiden Jokowi melantik satu Menteri, yakni Menkominfo Budi Arie Setiadi dan beberapa wakil Menteri, serta anggota Wantimpres. (*)
(Winoto Anung)
