HELOINDONESIA.COM - Selamat & Sukses yang Mulia Bapak Prof. Dr. Sunarto SH., MH., Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Bidang Yudisial Sebagai Guru Besar Kehormatan atau Honoris Causa Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH Unair).
Ucapan selamat tersebut, disampaikan oleh Syamsul Bahri selaku Ketua Umum, Dewan Penasehat serta Pengurus Harian Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI) Masa Bakti 2023 - 2028.
"Dalam melaksanakan Tugas Profesi Hakim banyak tantangan dan harus siap di kritisi oleh Publik. Walaupun berat Tugas Hakim itu sangatlah Mulia, kenapa bisa mulia, Karna Seorang Hakim lah yang bisa menentukan nasib terdakwa apa dihukum atau tidak.Tentunya Hakim harus memiliki Pemahaman yang mendalam pada nilai keadilan.
Nilai - nilai keadilan yang di maksud di samping pemahaman juga kepekaan hati nurani. Yah layak nya Hukum tanpa keadilan seperti seperangkat aturan yang kering tanpa ruh di dalamnya.
Baca juga: Kompolnas Pantau Kesiapan Pengamanan Polri Pada Pilkada Serentak 2024 di Polda Sulawesi Selatan
Hakim harus mampu melihat di luar batas formalitas hukum serta memperhatikan dampak sosial, budaya dan kemanusiaan di saat Hakim mengambil Keputusannya.
Ketika Hakim mengambil keputusan, ilmu dan nalar harus di
pergunakan. Keadilan tidak akan terwujud jika hakim terpaku pada ilmu hukum semata.
Saya Percaya, dengan tegaknya keadilan maka sebuah negara akan mencapai puncak kemajuan yang berdampak pada kepuasan masyarakat terhadap sistem peradilan yang adil dan transparan,akan menjadi pondasi kuat bagi keberlangsungan bangsa," tutur Sunarto.
"Hakim harus menjadi pembelajar sepanjang hayat, terus-menerus mengasah pengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu.
Baca juga: Kemenag: Haji 2024, Terbanyak dalam Kuota dan Tertinggi Serapannya
Saya percaya, dengan tegaknya keadilan maka sebuah negara akan mencapai puncak kemajuan. Kepuasan masyarakat terhadap sistem peradilan yang adil dan transparan, akan menjadi pondasi kuat bagi keberlangsungan bangsa," jelasnya.
Akan tetapi, lanjut dia, keadilan akan sulit terwujud bila hakim hanya menjadi mesin yang memproses hukum. Baginya, hakim harus bisa merasakan denyut keadilan yang hidup di setiap bagian jiwanya.
Selain itu, integritas seorang hakim juga dirasa penting baginya.
Menurutnya, integritas bukan sebatas tidak menerima suap atau tidak terlibat korupsi, melainkan hakim dapat terlihat saat ia konsisten dalam menjalankan prinsip keadilan, meskipun dalam kondisi tidak nyaman bahkan berisiko.
Ia juga mengajak para hakim untuk membuka pandangan pada keadilan secara menyeluruh.
Baca juga: LPK ABK Rumah Bina Kreatif Indonesia Tour dan Trip ke GC Farm Disambut Senang dan Happy
Di mana kebenaran dapat ditegakkan dengan memegang teguh nilai kemanusiaan dan keadilan.
"Hakim adalah cerminan rasa keadilan yang sejati. Masyarakat dapat mempercayai bahwa kebenaran akan selalu muncul. Keadilan selalu bisa ditegakkan," terangnya lagi.
Menurutnya, seorang hakim harus menjadi tonggak dari sebuah bangsa. Karena negara dapat dinyatakan tentram dan sejahtera apabila seorang hakim berlaku tegak lurus dengan kebenaran dan keadilan, serta memiliki peran strategis dalam penentu masa depan bangsa.
"Karena posisi hakim itu sangat strategis, maka mekanisme pendidikan yang menghasilkan calon-calon hakim harus berkualitas dan relevan.
Baca juga: Kejar Target Eliminasi TBC Tahun 2030, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pusat Hingga Daerah
"Tentunya, perjalanan karir yang panjang bagi YM Bapak Prof (HCUA) Dr Sunarto SH MH selama 37 tahun di Lembaga Peradilan. Ia telah berkiprah dan membawa dampak yang besar bagi bidang ilmu hukum di Indonesia. Hal-hal itu harus menjadi contoh untuk generasi mendatang," pungkas Syamsul Bahri, Rabu (12/6/24).
