bjb Kredit Kepemilikan Rumah
Helo Indonesia

Lirik Sholawat Tholaal Badru Alaina, untuk Menyambut Kedatangan Nabi di Madinah

Rabu, 5 Juni 2024 05:25
    Bagikan  
MUHAMMAD
pixabay.com

MUHAMMAD - Ilustrasi kumpulan lirik sholawat Tholaal Badru Alaina

HELOINDONESIA.COM - Sholawat Thola'al Badru Alaina merupakan syair Islam tradisional yang sangat popular untuk menghormati Nabi Muhammad SAW oleh kaum Ansar.

Lantuman sholawat Tholaal Badru Alaina ini biasanya dilantumkan ketika menyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW di Madinah.

Kini sholawat Tholaal Badru Alaina ini kerap dilantumkan diberbagai kesempatan, baik dalam sebuah acara keagamaan maunpun acara yang lain.

Baca juga: Sholawatan Bareng Ribuan Zahir Mania, Bupati Demak Ajak Warga Bangkit dari Keterpurukan

Penggalan lirik sholawat ini tidak ada salahnya jika Anda menghafalkan karena selain maknanya yang mendalam, sholawat ini juga enak didengarkan, berikut liriknya:


Tholaal Badru Alaina

طَلَعَ الْبَدْرُ عَلَيْنَا ، مِنْ ثَنِيَاتِ الْوَدَاع
Tala'a al-badru 'alaynā, Min thanīyāti al-wadā'
(Wahai bulan purnama yang terbit kepada kita Dari lembah Wadā)

وَجَبَ الشَّكْرُ عَلَيْنَا ، مَا دَعَى لِله دَاعْ
Wajab al-shukru 'alaynā, Mã da'a lillāhi dā'
(Wajiblah kita bersyukur atasnya, ketika seorang penyeru mengajak kepada Allah)

أَيُّهَا الْمَبْعُوثُ فِينَا ، جِئْتَ بِالْأَمْرِ الْمُطَاعِ
Ayyuhâl mab'ûtsu fina, ji,ta bil amril muthôi
(Wahai yang diutus kepada kami, engkau datang dengan perintah yang ditaati)

أَنْتَ غَوْثُنَا جَمِيْعًا ، يَا مُجَمَّلَ الطِّبّاعِ
Anta ghoutsuna jamii’an, ya mujammalath thibaa’i
(Engkaulah pelindung kami, wahai yang indah budi)

کُنْ شَفِيْعًا يَاحَبِيْبِیْ ، يَوْمَ حَشْرٍ وَاجْتِمَاعِ
Kun syafii’an ya habiibii, yauma hasrin wajtimaa’i
(Jadilah engkau sebagai pemberi syafa’at duhai kekasihku, pada hari berhimpun dan berkumpulnya seluruh makhluk)

رَبَّنَا صَلِّ عَلَیْ مَنْ ، حَلَّ فِیْ خَيْرِ الْبِقَاعِ
Robbanaa sholli ‘ala man, halli fii khoiril biqoo’i
(Wahai Tuhan Pemelihara kami, limpahkanlah sholawat ke atas dia yang tinggal di tanah lapang)

وَاسْبِلِ السِّتْرَ عَلَيْنَا ، وَاکْفِنَا شَرَّ النِّزَاعِ
Wasbilis sitro ‘alainaa, wakfiinaa sirron nizaa’i
(Rentangkanlah penutup aib atas kami, dan hindarkanlah kami dari buruknya perselisihan)

وَأَغِثْنَا فِی الْبَلَايَا ، يَا مُغِيْثًا کُلَّ دَاعِ
Wa aghitsna fiil balaayaa, yaa mughitsa kulli daa’i
(Tolonglah kami dalam menghadapi cobaan, Wahai Dzat Pemberi pertolongan kepada setiap yang berdoa)

وَصَلَاةُ اللهِ دَوَامَا ، لِلنَّبِیِّ شَمْسِ الْبِقَاعِ
Wa sholatullahi dawaamaa, linnabiyyi syamsil biqoo’i
(Sholawat dari Allah senantiasa tercurah, kepada Nabi Sang Mentari di tanah lapang)

وَكَذَا اَلٍ وَصَحْبٍ ، مَاسَعَی لِلهِ سَاعِ
Wakadza alin wa shohbin, maa sa’aa lillahi saa’i
(Dan pahala ata keluarga dan sahabatnya, selama seorang pemohon memohonkannya). **