HELOINDONESIA.COM - Banyak cara pengobatan yang kita bisa lakukan, ada yang minum jamu, ke dokter, pengobatan herbal, pengobatan alternatif ataupun pengobatan mandiri.
Salah satu alternatif pengobatan non medis adalah terapi pengobatan H. Chotib di Jalan Intan Ujung No 33 RT 002 RW 02 Cilandak Barat, Jakarta Selatan.
Lokasinya berdampingan dengan Highscoop School.
Waktu praktik mulai Senin hingga Minggu, mulai dari pukul 08.00 - 19.00 WIB dibagi menjadi dua kloter.
Kloter pertama pada pukul 08.00-14.00 WIB ditangani langsung oleh H. Chotib.
Baca juga: Link Drakor Queen of Tears Episode 13 Sub Indo
Sementara pada kloter kedua pukul 14.00-19.00 ditangani Zakki, putra dari H. Chotib. Sementara khusus hari Jum,at libur dan hari Kamis hanya sampai puku 17.00 WIB.
Dari pantauan penulis saat mengantarkan pasien bernama Diaz, yang datang beragam.
Ada pasien yang mengalami patah tulang, keseleo, syaraf kejepit, sakit pinggang, sakit punggung, sakit sendi ada juga yang sakit stroke.
Abu Gilang, salah satu pengantar pasien bercerita bahwa ayahnya (73) beberapa tahun yang lalu berobat di H Chotib.
Saat itu penyakit yang dideritanya adalah syaraf kejepit dan diabet.
Terapi dilakukan di dalam mobil karena pasien tidak bisa turun. Namun setelah intens berobat, untuk terapi selanjutnya sudah bisa turun dan duduk di kursi.
Baca juga: Tebak-tebakan Hasil Putusan MK 22 April Besok, Ada Pembenaran Politisasi Bansos
"Dalam beberapa bulan sudah bisa naik motor, sedangkan diabetnya disarankan oleh H. Chotib dibawa ke Bulak Kapal Bekasi. Alhamdulilah sejak saat itu saya jadi sering referensi kan dan antar orang berobat ke sini," kata Abu Gilang.
Setiap pasien yang berobat akan diberikan kertas kecil berupa daftar makanan dan buah yang sementara tidak boleh dimakan pada masa pengobatan.
Yang menarik, metode pengobatannya jika patah atau keseleo yang diurut bagian atas atau bagian bawah yang sakit.
"Jadi bukan bagian yang sakit, sedangkan jika bagian badan yang sakit yang diurut adalah bagian tulang belakang sepanjang punggung dari leher sampai pinggul atau bokong," jelasnya.
Baca juga: Ribuan Petasan Hasil Operasi Pekat 2024 Polres Kendal Dimusnahkan Tim Gegana
Dia mencontohkan sakit pinggang, syaraf kejepit, leher keseleo, tangan gak bisa diangkat dan sebagainya.
Uniknya lagi, saat proses pengobatan atau proses diurut, H. Chotib maupun Zakki selalu banyak bercerita dan petuah disertai lelucon gaya orang Betawi.
Sehingga pasiennya akan merasa nyaman dan selalu terpingkal pingkal begitu dengar cerita yang lucu.
Adapun biaya pengobatan kebiasaan yang dilakukan adalah uangnya dimasukan diamplop dan langsung dimasukan ke toples.
Informasi yang kami dapat, H. Chotib adalah cucu dari alm H. Naim, ahli pengobatan patah tulang di wilayah Cipete komplek MPR yang saat ini aktifitas pengobatan dilanjutkan oleh trah H. Naim.
Baca juga: Ruang Disterilkan, Para Hakim Disumpah, MK Jamin Tak Ada Kebocoran Putusan 22 April Besok
Diaz, pasien yang terkena stroke sempat berbincang dan menanyakan kepada H Chotib kira-kira berapa lama sembuhnya?
H Chotib pun mengatakan tergantung pasien. Karena kesembuhan pasien bukan semata mata karena diurut, tapi seberapa semangat pasien untuk sembuh, seberapa besar dukungan keluarga dan seberapa kepatuhah terhadap makan dan buah buahan yang sementara dilarang.
"Pokoknya yang sakit dibikin seneng aja deh," tegas H. Chotib.
"Semoga bang Diaz selalu bersemangat dan cepat sembuh ya," cetus Abu Gilang.
