Helo Indonesia

Evakuasi Selesai, Korban Tewas Kereta di India Bertambah Jadi 288 Orang

Winoto Anung - Internasional
Sabtu, 3 Juni 2023 21:10
    Bagikan  
Kereta tabrakan
tangkapan layar / TOI

Kereta tabrakan - Kereta ekspres Coromander mengalami kecelakaan di Odisha, India, Sabtu 3 Juni. Terakhir, ada 288 korban tewas. (Foto: tangkapan layar/TOI)

HELOINDONESIA.COM - Evakuasi pencarian korban kecelakaan kereta di Odisha, India sudah selesai.  Kecelakaan kereta ekspres Coromandel itu memakan korban tewas menjadi 288 orang. Kecelakaan kereta terjadi di Odisha, India bagian timur. Sebelumnya disebut, korban tewas mencapai 268 orang.

Kata pejabat yang berwenang, pada hari Sabtu, korban kecelakaan kereta api di Odisha telah bertambah menjadi 288 dan operasi penyelamatan atau evakuasi korban di lokasi telah selesai.

 Penyelidikan atas kecelakaan itu akan dilakukan oleh komisaris keselamatan kereta api (CRS), lingkaran Tenggara, kata pejabat itu.

Kecelakaan kereta Ekspres Coromander, salah satu yang paling mematikan di negara itu, terjadi di distrik Balasore sekitar 250 km selatan Kolkata dan 170 km utara Bhubaneswar sekitar pukul 7 malam pada hari Jumat, mendorong Kementerian Kereta Api untuk memerintahkan penyelidikan.

Baca juga: PAN Akan Sambangi Gerindra Senin, Bahas Peluang Koalisi

Tiga kereta api - Bengaluru-Howrah Superfast Express, Shalimar-Chennai Central Coromandel Express dan sebuah kereta barang terlibat dalam kecelakaan tersebut

Perdana Menteri (PM) Modi telah mengunjungi korban kecelakaan kereta Odisha. Dia mengatakan mereka yang bertanggung jawab tidak akan selamat dari tuntutan hukum.

PM Narendra Modi pada hari Sabtu mengunjungi lokasi kecelakaan kereta api Balasore untuk memantau situasi dan menemui para korban yang terluka di rumah sakit.

PM Modi mengatakan bahwa mereka yang terbukti bersalah akan dihukum berat. Dia juga meninjau pekerjaan bantuan yang sedang berlangsung.

Baca juga: Hati-hati, Studi Baru Menunjukkan Kalau Kucing Ternyata Bisa Menularkan COVID-19 Juga

Dia diberi pengarahan oleh Menteri Perkeretaapian Ashwini Vaishnaw, Menteri Persatuan Dharmendra Pradhan dan pejabat lainnya. Dia juga berinteraksi dengan otoritas lokal, personel dari pasukan bantuan bencana dan pejabat kereta api.

Berbicara setelah kunjungannya, Modi berkata, "Ini adalah insiden yang menyakitkan. Pemerintah tidak akan meninggalkan kebutuhan bisnis yang terlewat untuk perawatan mereka yang terluka,” kata PM Modi.

“Ini adalah insiden serius. Instruksi telah dikeluarkan untuk penyelidikan dari setiap sudut. Mereka yang dinyatakan bersalah akan dihukum berat. Rel kereta api juga bekerja menuju pemulihan jalur," ujar PM Modi. (*)

(Winoto Anung)