HELOINDONESIA.COM - Kucing merupakan salah satu mahluk berbulu yang banyak dianggap sebagai salah satu angggota keluarga sendiri oleh pemiliknya. Namun demikian, pecinta kucing tetap harus waspada. Pasalnya, sebuah penelitian baru yang diterbitkan dalam Microbiology Spectrum mengungkap bahwa kucing juga berperan dalam penularan SARS-CoV-2 (Covid-19).
Dalam penelitian tersebut, 16 kucing terpapar virus SARS-CoV-2 akibat infeksi manusia saat berada di kandang, atau lingkungannya. Selama penelitian, kucing diperiksa menggunakan sampel darah, hidung, orofaring, dubur, dan lingkungan selama tiga minggu.
Wim van der Poel, DVM, Ph.D., Profesor Emerging Zoonotic Viruses di Wageningen University and Research di Belanda, dan rekannya, melakukan penelitian untuk melihat lebih dalam risiko infeksi COVID-19 dan kucing dengan SARS -CoV-2. Saat melakukan penelitian, para ilmuwan menemukan bahwa kucing dapat menyebarkan virus ke kucing lain di lingkungannya sendiri. Selain itu, lingkungan tempat tinggal kucing juga bisa menular.
Baca juga: Waspada, Ngobrol di Ponsel 30 Menit Per Minggu Saja, Bisa Meningkatkan Risiko Hipertensi Loh
Namun, penelitian tersebut tidak melihat penularan virus dari kucing ke manusia. Tetapi van der Poel berkata, "Kita harus berasumsi bahwa pemilik kucing dapat terinfeksi oleh kucing yang terinfeksi SARS-CoV-2 karena kucing ini mengeluarkan virus menular."
Pada tahun 2022, para peneliti di Thailand menemukan penularan dari kucing ke manusia dan pada tahun 2021 seorang dokter hewan tertular COVID-19 setelah kucing yang terinfeksi bersin mengenainya.
Para peneliti dari Belanda menyatakan bahwa mereka akan melanjutkan studi dan fokus pada hewan yang berbeda dan penularan virusnya. Sementara penelitian ini tidak melihat kemungkinan manusia tertular virus dari kucing mereka, para ilmuwan mengatakan yang terbaik adalah berhati-hati.
