Helo Indonesia

Curi Alpukat, Nyawa Melayang Dihajar Massa di Marga Sekampung, Lamtim

Annisa Egaleonita - Nasional -> Hukum & Kriminal
Minggu, 25 Juni 2023 15:40
    Bagikan  
Ilustrasi

Ilustrasi -

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Massa menghajar hingga tewas pencuri alpukat di kebun warga Desa Giri Mulyo, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), Sabtu (24/6/2023), pukul 10.00 WIB. Seorang temannya mengalami luka parah.

Keduanya, San (36) dan Ser (35), warga Dusun XV, desa setempat, terkapar dengan luka memar akibat benda tumpul di lokasi kejadian. Setelah dievakuasi ke Rumah Sakit Bandar Sribhawono, San tewas sedangkan Ser luka parah.

Awalnya, ada warga melihat keduanya menyelinap ke kebun warga dusun setempat. Warga yang sudah sering kehilangan alpukat kemudian memblokir kedua pelaku di setiap jalan keluar kawasan perkebunan.

Saat San dan Ser tengah mengunduh alpukat, seorang warga berteriak maling. Keduanya panik dan berusaha kabur, namun berhasil ditangkap warga, kata Kapolsek Marga Sekampung Iptu Joko Setiawan mewakili Kapolres Lampung Timur AKBP M.Rizal Muchtat.

Baca juga: Warga Gotong Royong Siapkan Hewan Kurban di Dusun 7, Gedongtatan

Aparat polsek yang menerima informasi langsung meluncur ke lokasi kejadian. Di tengah jalan, aparat polsek berpapasan dengan warga yang membonceng pelaku. Polisi dan warga lalu membawa pelaku ke klinik desa setempat.

Karena menderita luka serius, pelaku lalu dirujuk ke Rumah Sakit Bandar Sribhawono. "Dari sejumlah informasi, massa yang menghakimi pelaku berasal dari Desa Giri Mulyo dan Gunung Kerung, Jabung," kata Kapolsek.

Baca juga: Gerindra Jakarta Sebut Pemilu 2024 Pertempuran Terakhir Untuk Menangkan Prabowo Subianto

Untuk mengantisipasi amuk massa, petugas polsek berjaga-jaga di tiap sudut desa. "Situasi kondusif dan terkendali. Warga tetap beraktifitas seperti biasa," pungkas Iptu Joko.

Dari sejumlah keterangan warga, buah alpukat mereka kerap disatroni pencuri sejak beberapa bulan terakhir. Pelaku tak peduli aksi pada pagi, siang atau malam hari. "Selama ini warga desa atau pemilik kebun alpukat memang sudah resah. Pelaku tak segan-segan menghabiskan alpukat dari pohonnya," ujar seorang warga. (Khairuddin)