HELOINDONESIA.COM - Antara kasus Petral yang dibubarkan Presiden Jokowi hingga ditangkapnya Menkominfo Johnny G Plate (JGP) sebagai tersangka kasus korupsi BTS kaitannya terang benderang.
"Murez adalah pemain baru yang dimunculkan sejak Petral diambil alih kepemilikan sahamnya oleh Pertamina (99%)," ungkap Kriminolog UI Roger P Silalahi dalam rilisnya pada Minggu (21/5/2023) yang diterima redaksi.
Menurutnya, Murez adalah orang yang memegang pemenangan tender.
"Uangnya dari Rosano, dari Muhammad Riza Chalid (MRC). Tapi kenapa Murez yang dipakai? Karena Murez berteman sejak lama dengan Purnomo Yusgiantoro (PY), mantan Menteri Pertambangan dan Energi era SBY," tambah Roger.
Baca juga: Meta Garap Pesaing Twitter Dengan Fitur Yang Diklaim Lebih Menarik
Kedekatannya dengan PY inilah yang membuatnya bisa tahu siapa, harganya berapa dan bisa mengatur tender.
"Di era Jokowi, Petral dibubarkan. Karena Jokowi mendapatkan informasi lengkap terkait keseluruhan permainan yang ada," ungkapnya.
Sejak Petral dibubarkan itulah, lanjut Roger, pendaringan atau lahan empuk banyak pihak mendadak menguap.
"Banyak yang menjadi panik, tak terkecuali Surya Paloh (SP). Rupanya SP menganut ajaran hold your friend close, and your enemy closer to you," tambah Roger.
Meski begitu, Partai Nasdem yang berbungkus nasionalis itu jadi bagian pendukung pemerintah.
"Maka SP mencari jalan lain dan berhasil mengatur strategi mencari pemasukan baru melalui 'jatah menteri'," beber Roger.
Saat itulah, sambung Roger, SP mengajukan JGP. Orang yang dijamin oleh SP ini memang ditempatkan di posisi strategis untuk menghasilkan uang.
"Bedanya, hasil cuan dari BBM adalah selisih harga yang sudah tertata dan sulit dibongkar. Sementara telekomunikasi wujud benda dan rentang cuannya tipis serta wujudnya harus tampak," jelasnya
Ternyata, kata Roger, JGP tidak sepintar yang diperkirakan. Proyek yang dijadikan 'money generator' adalah pembangunan BTS.
Baca juga: Menolak Tua, Upgrade Avanza 2004 jadi Facelift 2020 Bikin Ngiler Penggemar MPV Lawas
"Harusnya JGP membuat proyek system dan aplikasi, karena harga pasarannya tidak ada," tambah Roger.
"BTS kok dihajar. Dengan tenangnya melakukan pengaturan sehingga barang dibeli, tapi tidak digunakan. Harapannya mungkin kalau pun terbongkar akan terbongkar di era setelah Jokowi," paparnya.
Ternyata, pertengahan Agustus 2022, kasus BTS mulai terendus dan diselidiki. Tentu saja pastinya JGP kaget. Jokowi bergerak cepat, maka SP segera membuat "Saving Plate Project".
Langkah pertama, menurut Roger, adalah mempersiapkan pengganti Jokowi.
Baca juga: Sempat Dikabarkan Hilang Dicuri, Arca Ganesha di Gunung Bromo Ternyata Jatuh ke Kawah
"Mau pilih Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto rasanya tidak mungkin karena keduanya nasionalis dan dekat dengan Jokowi. Maka pilihan jatuh kepada Anies Baswedan," ucap Roger.
Jadi, pencapresan Anies oleh Nasdem yang ditolak oleh banyak kader Nasdem tapi tetap dipaksakan oleh SP sebagai Ketum itu masuk akal.
"Demi menyelamatkan diri dan ipar dan Bohir di belakangnya, SP harus memilih Anies Baswedan," ucapnya.
Karena memang hanya Anies Baswedan saja yang bisa ditunggangi. SP butuh pion, sementara AB butuh 'threshold' dan uang.
Baca juga: Sempat Dikabarkan Hilang Dicuri, Arca Ganesha di Gunung Bromo Ternyata Jatuh ke Kawah
"Jelas sudah alurnya. Diawali dari Petral, lanjut menciptakan sistem baru. Petral dibubarkan, SP segera menciptakan mesin uang baru bernama 'Menkominfo' karena masih banyak uang yang harus disediakan," ungkapnya.
Menurut Roger, tak hanya pencapresan dan utang setoran pada bohir masa lalu. Belum lagi uang tutup mulut berbagai pihak.
Begitu JGP ditangkap Nasdem Kecebur di Got Kasus BTS, semua kacau balau. Kecuali JGP mau pasang badan tanpa bawa-bawa AB, SP, atau Nasdem.
"Maka "Gerakan Bela Koruptor" digelar, supaya JGP mau tutup mulut. Dari proyek 11 triliun itu, kabarnya 8,32 triliun diserap JGP," kata Roger.
Baca juga: Pringsewu Haritage Fun Run 10K and 5K Digelar, Gubernur Arinal Kibarkan Bendera Start
Lalu sekarang mulai terdengar sayup-sayup gosip mengenai Rp 2 triliun yang dialirkan ke Nasdem.
Roger teringat ucapan JK kemarin bahwa "Nyapres dan Nyawapres di 2014, beliau keluar uang cuma, alias hanya, dua triliun saja.
"Masih mau mungkir dan berteriak AB bersih, Nasdem nasionalis, atau JGP korban. Belajarnya kurang lama, gurunya kurang hebat, kejahatannya terbongkar, konsekuensinya panjang, malunya bukan kepalang. Untuk SP, AB, dan Nasdem, adios non amigos," ujar Roger.
