Helo Indonesia

Keburu Raib, Penghuni Rumah Penimbunan BBM di Wayjepara

Annisa Egaleonita - Nasional -> Hukum & Kriminal
Senin, 11 Desember 2023 08:54
    Bagikan  
Keburu Raib, Penghuni Rumah Penimbunan BBM di Wayjepara

Rumah kontrakan yang ditinggal penghuninya setelah ketahuan awak media menimbun BBM (Foto Khairuddin/Helo)

LAMPUNG,HELO INDONESIA.COM -- Penghuni rumah kontrakan tempat penimbunan ribuan liter bahan bakar minyak (BBM) raib dalam posisi tertutup rapat alias terkunci di Desa Braja Sakti, Kecamatan Wayjepara, Kabupaten Lampung Timur.

Kepada Helo Indonesia, sejumlah warga mengatakan sejak sejumlah awak media mendatangi rumah kontrakan semi permanen itu, penghuninya, pasangan suami istri dengan dua balita langsung menghilang sejak pekan lalu.

"Kami nggak tau Mas, penghuninya entah pergi kemana. Mereka menghilang sejak didatangi wartawan," ujar seorang warga tak jauh dari rumah kontrakan tersebut, Senin (11/12/2023).

Baca juga: 7 Pendekar Hukum Dampingi Firli Bahuri Atas Tuduhan Pemerasan

Sejumlah awak media mendatangi lokasi tesebut saat berawal informasi warga jika di rumah tersebut sebagai tempat menimbun BBM. Dicek beberapa sudut rumah, ada puluhan jerigen berisi ribuan liter BBM jenis pertalite.

Kepada awak media, penghuni rumah saat itu menyatakan BBM ilegal tersebut bukan miliknya. Tapi, milik seseorang yang diakui sebagai bosnya.
"Saat kami konfirmasi, yang nunggu rumah bilang BBM itu bukan miliknya," ujar Asir, wartawan salah satu media online.

Karena tepergok menimbun minyak tanpa ijin, salah seorang teman pemilik rumah bermaksud memberi para wartawan itu dengan sejumlah uang. Tapi, hal itu ditolak dan para jurnalis itu langsung pergi. "Maksudnya biar tak diberitakan," tegas Asir yang diamini awak media lain.

Baca juga: Kakek Meninggal di Tepi Sungai Kecamatan Semaka Tanggamus


Lebih lanjut Asir menjelaskan, sebelum mereka mendapatkan timbunan BBM di rumah kontrakan yang padat penduduk itu, mereka juga dapat informasi jika bahan bakar ilegal yang diduga oplosan minyak mentah itu didatangkan dari Bandarlampung. Dan agar aman pelaku mengirim BBM itu tengah malam.

Guna membuktikan hal tersebut, Asir dan sejumlah rekan saat itu menunggu di suatu tempat. Sekitar pukul 24.15 satu unit kendaraan dari arah Bandarlampung tiba di rumah itu dan langsung menurunkan ribuan liter BBM ilegal.

"Guna menghindari hal yang tak diinginkan, Malam itu jami nggak langsung konfirmasi. Kami datang keesokannya," ujarnya.
(Khairuddin)