Helo Indonesia

Berwisata ke Benteng Vredeburg di Yogya, Menyusuri Lorong Sejarah Indonesia lewat Diorama

Rabu, 12 Juli 2023 08:57
    Bagikan  
Berwisata ke Benteng Vredeburg di Yogya, Menyusuri Lorong Sejarah Indonesia lewat Diorama

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta yang berisikan koleksi benda-benda kuno dan diorama sejarah Indonesia. Foto-foto: Aji/wikipedia

YOGYAKARTA, HELOINDONESIA.COM - Kota Yogyakarta dikenal dengan kekayaan budaya dan sejarahnya. Bahkan kota yang populer dengan julukan ‘Jogja’ ini pernah menjadi Ibukota Republik Indonesia di tahun 1946 sampai 1949 lalu.

Kalian juga tahu bukan, di Kota Gudeg dan Kota Pelajar ini kita banyak temukan tempat bersejarah di yang sayang banget kalau dilewatkan begitu saja. Setiap tempat tentu punya kisah-kisah seru yang pantas disimak, dan menjadi bahan referensi.

Salah satu tempat yang kini menjadi wisata sejarah adalah Musem Benteng Vredeburg. Lokasinya pun strategis bersama tempat-tempat beken lainnya. Yaitu di Jalan Margo Mulyo No 6, Ngupasan, Kecamatan Gondamanan, Yogyakarta.

Vredeburg2

Museum ini juga dua fungsi yaitu rekreasi dan pendidikan. Pihak pengelola memberikan informasi tentang kesejarahan, kebudayaan dan nilai-nilai luhur kejuangan disampaikan kepada generasi muda dalam nuansa edutainment, yang berasal dari kata education dan entertainment.

Baca juga: Menikmati Wisata Bukit Jengkoang Dengan Alam Kota Batu yang Tak Ada Habisnya untuk Diekplorasi

Mengunjungi museum kita seakan diajak menyusuri lorong sejarah Indonesia sejak mulai digagas hingga sekarang. Wisata edukasi dan sejarah ini, dilengkapi ruang diorama yang selayang pandang menceritakan era kebangkitan nasional yang penuh gagasan dan pergerakan. Ada diorama Kongres Boedi Oetomo I di Yogyakarta, dan berdirinya Taman Siswa.

‘’Tempatnya asyik untuk berwisata. Apalagi lokasnya di pusat keramaian, dekat Maliboro lagi,’’ kata Dilia, warga Magelang yang ditemui Heloindonesia.com, Minggu 9 Juli 2023 lalu.

Lokasi

Lokasi benteng ini berada di seputar an Jalan Malioboro yang kondang kaonang-onang (terkenal banget), dan Titik Nol Kilometer. Strategis sekali bukan?

Benteng Vredeburg  inilah yang menjadi saksi bisu peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi di Yogyakarta sejak Pemerintah kolonial Belanda.

Seperti dinukil dari jogjakota.go.id,  berdirinya benteng Vredeburg berkaitan dengan lahirnya Kasultanan Yogyakarta. Keraton Kasultanan pertama dibangun pada tanggal 9 Oktober 1755. Setelah keraton mulai ditempati kemudian dibangun bangunan pendukung lainnya seperti Pasar Gedhe, masjid, alun-alun dan bangunan pelengkap lainnya.

vredeburg3

Kemajuan keraton semakin pesat sehingga hal ini membawa kekhawatiran bagi pihak Belanda. Oleh karena itu, pihak Belanda mengusulkan kepada Sultan agar diizinkan membangun sebuah benteng di dekat keraton.

Pembangunan benteng tersebut dengan dalih agar Belanda dapat menjaga keamanan keraton dan sekitarnya. Namun ada maksud tersembunyi yaitu untuk memudahkan Belanda dalam mengontrol segala perkembangan yang terjadi di dalam keraton.

Baca juga: D’Las Zoo Jadi Magnet Wisata Baru di Purbalingga, Hari Pertama Dibuka Sedot 231 Pengunjung

Letak benteng yang hanya satu jarak tembak meriam dari keraton dan lokasinya yang menghadap ke jalan utama menuju keraton menjadi indikasi bahwa fungsi benteng dapat dimanfaatkan sebagai benteng strategi, intimidasi, penyerangan dan blokade. Dengan kata lain bahwa berdirinya benteng tersebut dimaksudkan untuk berjaga-jaga apabila sewaktu-waktu Sultan berbalik menyerang Belanda dan memusuhi Belanda.

Pembangunan benteng selesai 1787 di bawah pimpinan Gubernur Johannes Sioeberg dengan nama Rustenburg yang artinya ‘’Tempat Istirahat’’. Namun tahun 1867, akibat gempa, benteng tersebut dipugar oleh Daendels benteng itu berganti nama dari Rustenburg menjadi Vredeburg yang berarti ‘’Perdamaian’’.

Koleksi apa saja yang bisa wisatawan saksikan di Vredeburg?  Diantaranya Meriam Kapal ‘’The Forbes’’ buatan Inggris yang ditemukan di perairan bawah laut Belitung Timur, Bangka Belitung.

Vreduburg4

Selain itu, museum Benteng Vredeburg memiliki berbagai diorama sejarah Indonesia mulai dari masa perjuangan sebelum Proklamasi Kemerdekaan hingga masa Orde Baru. Terdapat pula koleksi-koleksi benda, foto, dan lukisan bersejarah tentang perjuangan nasional di Indonesia.

Museum Benteng Vredeburg juga melengkapi berbagai diorama koleksi yang ada dengan fitur touch screen yang mendukung penggunaan media pembelajaran yang interaktif dan mengikuti perkembangan zaman.

Setidaknya ada empat  ruang diorama di museum Vredeburg.  Diorama 1 terdiri atas dari 11 minirama yang menggambarkan peristiwa sejak periode Pangeran Diponegoro sampai masa pendudukan Jepang di Yogyakarta. Sedangkan Diorama 2 meliputi 19 minirama yang menggambarkan peristiwa sejarah Proklamasi Kemerdekaan sampai dengan Agresi Militer Belanda di Indonesia

Pada diorama 3 terdiri dari 18 minirama yang menggambarkan peristiwa sejak adanya Perjanjian Renville sampai pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat

Sedankan Diorama 4 terdiri dari 7 buah minirama yang menggambarkan peristiwa sejarah pada saat periode Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai pada Masa Orde Baru. (Aji)