Helo Indonesia

Kadis Pariwisata Pesawaran Lemah Angkat Kekayaan Budaya Lokal

Annisa Egaleonita - Ragam
Sabtu, 27 Mei 2023 10:03
    Bagikan  
Ketua Harian MPAL Erland Syofandi gelar Suntan Penatih

Ketua Harian MPAL Erland Syofandi gelar Suntan Penatih - (Foto Helo Indonesia Lampung)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Kadis Pariwisata Kabupaten Pesawaran Anggun Saputra tak mampu "bergaining" dalam upaya terus memperjuangkan kekayaan budaya dan kearifan lokal buat membangun kekhasan industri pariwisata daerahnya.

Ketika Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona membukakan pintu untuk mendongkrak pariwisata dengan mengundang Putri Indonesia, Dinas Pariwisatanya tak berjuang bagaimana momen itu dapat memperkenalkan masyarakat adat dan karya-karya budayanya.

Dalam even Lomba Muli Mekhanai Kabupaten Pesawaran, Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran juga mengabaikan masyarakat adat sehingga tak bisa menyumbangkan agar lomba tersebut berbobot budaya lokal. Para muli mekhanai paham budaya setempat, baik sebagai juri maupun saat pembekalan mereka.

Puncaknya, ketika kedatangan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno, masyarakat adat tak mendapatkan tempat untuk menyampaikan atau urun rembuk bagaimana mengangkat budaya lokal buat mendongkrak pariwisata dan ekonomi masyarakat adat.

Hal ini dikatakan Ketua Harian MPAL Kabupaten Pesawaran Erland Syofandi gelar Suntan Penatih. Pendapat senada dikatakan pula oleh Ketua Umum MPAL Kabupaten Pesawaran Farifki Zulkarnayen Arif gelar Suntan Junjungan Makhga.

Menurut Sekretaris Umum MPAL Kabupaten Pesawaran Rama Diansyah gelar Paksi Sejati, tidak dilibatkannya masyarakat adat dalam beberapa even tidak masalah, masyarakat adat tetap eksis sejak ratusan tahun lalu hingga kini.

Jika terjadi gesekan antara pembangunan pariwisata dengan masyarakat dan adat, ya itu bagian dari resiko tidak beriringannya antara pembangunan pariwisata dengan nilai-nilai lokal, kata Mantan Anggota DPRD Pesawaran tersebut.

Mereka menilai Dispar Pesawaran tidak serius dalam upaya pengembangan Pariwisata dan ekonomi kreatif. "Masyarakat adat itu aset kabupaten, bukannya diberdayakan ini malah terkesan dihilangkan, cara berfikir mundur seperti itu tidak bisa dipakai," ujarnya.

"Banyak program MPAL dalam kaitan pelestarian adat dan budaya yang dapat menjadi poin plus bagi dunia pariwisata Pesawaran, kok malah seakan alergi dengan masyarakat adat," timpalnya. (Randy)