Helo Indonesia

Pengamat: di Antara Tokoh NU Lainnya yang Digadang Jadi Cawapres, Cak Imin Paling Punya Power

Winoto Anung - Nasional -> Politik
Jumat, 1 September 2023 10:04
    Bagikan  
Muhaimin Iskandar alias Cak Imin
X @Umar_Hasibuan_

Muhaimin Iskandar alias Cak Imin - Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, Ketua Umum PKB. (Foto: X @Umar_Hasibuan_)

HELOINDONESIA.COM - Nama Cak Imin (Muhaimin Iskandar) kini melejit. Sangat popular dalam dua hari. Ini gegara muncul isu duet Anies-Cak Imin, yakni untuk rencana pasangan capres-cawapres di Pilpres 2024 mendatang.

Nama Cak Imin tiba-tiba menggeser nominator utama cawapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yakni AHY, Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat.

Pengamat politik Hasan Nasbi menilai, dibanding para tokoh NU yang digadang-gadang untuk menjadi bakal cawapres, Cak Imin yang paling punya power.

Sejauh ini nama-nama tokoh dari kalangan Nahdlatutl Ulama atau NU untuk menjadi cawapres adalah adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa, Yenny Wahid, Mahfud MD, Muhaimin Iskandar, Yahya Staquf (Ketua PBNU).

Baca juga: Isu Duet Anies-Cak Imin, Disebut Ada Operasi Istana di Baliknya, Dahsyat Memang Ki Lurah

Hasan Nasbi menilai Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, lebih kuat ketimbang nama-nama yang lain itu kalau menjadi cawapres untuk capres mana pun, dia akan punya power karena membawa parpol.

“Kalau dari NU-nya dari partai, Cak Imin misalnya, oh iya tuh bisa mewakili NU dan bisa punya power, karena punya anggota DPR. Kalau cuman kultur asal muasal, status dia di NU tinggi, bia apa dia,” tandas Hasan Nasbi, pakar politik dari Cyrus Network.

Diakuinya suara warga Nahdlatutl Ulama atau NU memang besar. Itu pula yang membuat tiga bakal capres, Anies baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto, berebut suara mereka, untuk itu berupaya memilih cawapres dari kalangan NU.

Baca juga: Relawan Sobat Anies Milenial SAM Minta Anggotanya Tetap Solid, dan Patuh yang Diputuskan Anies

Namun, menurut pengamat politik Hasan Nasbi dari Cyrus Network, siapa pun tokoh NU yang dijadikan cawapres, dia harus mempunya kekuatan politik, tegasnya punya dukungan parpol atau partai politik.

“Kalau dia tidak bawa partai politik, maka dia cuman jadi pajangan. Jadi, NU itu bukan buat dibantu, tapi buat dipajang saja,” ungkap Hasan Nasbi dalam tayangan di media sosial.

Menurutnya, kalangan NU jangan hanya senang kalau tokohnya dijadikan sebagai cawapres, karena hanya akan jadi pajangan saja kalaun tidak membawa parpol.

Baca juga: Anies Pilih Cak Imin, PKS Tulus, Lantas saat AHY bertemua Puan, Nasdem Tidak Menuding Demokrat Pengkhianat

“Kalau dia wakil NU, ini buat Pak Anies nih, buat calon presiden lain juga, Pak Prabowo dan juga Ganjar Pranowo, kalau wakilnya NU, NU senang, wah kita punya wakil di sana. Tapi, kalangan NU harus tahu,  nantinya wapres itu hanya untuk stempel saja kalau dia tidak punya kekuatan politik. Jadi dipajang saja tuh wapres,” tandasnya.

Dia mengingatkan, dalam kondisi seperti itu, Masyarakat NU bukannya diperebutkan, tapi hanya diperalat. Dalam hal ini, orang NU seharusnya punya kesadaran, sehingga nantinya sosok yang dijadaikan wapres, jangan cuman jadi pajangan.

Hasan nasbi menilai, lain halnya kalau sosok orang NU yang diajukan jadi cawapres itu punya parpol, akan bisa punya power, dan tidak sekedar jadi pajangan. “Seperti Cak Imin, dia akan punya power karena membawa parpol. Bisa berperan, daya tawar tinggi, karena di belakangnya punya pendukung di DPR,” katanya. (**)