JAKARTA, HELOINDONESIA.COM - Politisi PDIP yang juga Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka memasang stiker bergambar Presiden Joko Widodo dan Bacapres PDIP Ganjar Pranowo di rumah warga memantik beragam komentar.
Doktor Ilmu Komunikasi yang juga Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo menilai, secara komunikasi politik, langkah yang dilakukan Gibran menunjukkan totalitas dalam mendukung Ganjar dan memenangkan PDIP.
“Gibran menyadari sepenuhnya, dalam struktur partai dia harus menjadi bagian dari partai politik yang mengusungnya yaitu PDIP,” ujar Romo Benny dalam keterangannya Minggu, 20 Agustus 2023.
Baca juga: Laksanakan Instruksi DPP PDIP, Mbak Ita Tempel Stiker Capres Ganjar Pranowo ke Rumah Warga
Dia menyebut, simbol yang diperlihatkan putra sulung presiden tersebut menunjukkan eksistensinya bahwa dia secara halus menolak pencalonan sebagai wapres.
Namun demikian, simbol ini memiliki arti ganda. Di satu sisi Gibran dipojokkan dengan posisinya menjadi cawapres, tapi di sisi lain Gibran sadar betul bahwa dia harus tunduk pada aturan partai.
“Karena yang berhak menyalonkan dirinya hanyalah partai politik dan dalam arti ini PDIP yang membesarkan dia. Maka Gibran tidak mau seolah-olah melupakan partai yang membesarkan dia,” ujarnya.
Secara kultural, lanjut Benny, Gibran ingin menunjukkan bahwa dia berutang kepada PDIP. Karena itu, Gibran ingin menunjukkan eksitensinya bahwa dia masih setia dengan PDIP dengan segala suka duka dan kegembiraan,” tuturnya.
Menurut pandangan Romo Benny, isyarat-isyarat dalam dinamikan perpolitikan yang semakin cair, Gibran juga ingin menunjukkan kesetiaan kepada partai politiknya yaitu PDIP. Di sini publik bisa terkecoh karena jika tidak membaca simbol tersebut secara mendalam.
Dua Posisi
Sebelumnya, dalam wawancara dengan Kompas TV, Direktur Eksekutif Charta Politika sekaligus pengamat politik Yunarto Wijaya, terkait aksi Gibran memasang stiker Jokowi dan Ganjar menunjukkan dia ada dalam dua posisi.
Baca juga: Kini Giliran Budiman Sudjatmiko Disebut Sah Jadi Kader Celeng PDIP
“Sama seperti seorang Jokowi. Di satu sisi dia akan memberikan dorongan dan endorse kepada Ganjar, namun dalam konteks untuk menjaga stabilitas politik Gibran juga harus menunjukkan adanya dukungan terhadap calon lain yang masih menjadi bagian dari koalisi Presiden Jokowi,'' bebernya.
Yunarto mengatakan, PDIP sudah mengerti positioning seorang Jokowi yang perannya kadangkala diambil oleh Gibran.
Selain sebagai kader PDIP, Jokowi juga harus menjaga stabilitas politik dengan menjaga kondusivitas parpol koalisi pendukungnya.
“Pak Prabowo itu kan bagian dari koalisi pendukungnya. Itu yang menyebabkan kenapa sulit posisi seorang Jokowi untuk menunjukkan keberpihakan hanya kepada satu calon,” ujarnya.
Hal itu, lanjut Yunarto, berisiko membuat pecah barisan koalisi. Akan parpol yang merasa Jokowi tidak netral.
Menurut Yunarto, cara bersikap netral itu bisa dua. Pertama tidak mengendorse siapapun. Sedangkan kedua, dengan cara mengendorse pihak-pihak di bagian pendukung koalisinya.
“Alternatif kedua itu yang sedang dilakukan oleh Pak Jokowi dengan menunjukkan endorse baik kepada Ganjar ataupun Prabowo,” jelasnya.
Hal itu, lanjut Yunato, juga dilakukan Gibran yang mau tak mau melakukannya di level teknis. (Aji)
