HELOINDONESIA.COM - Pihak PKB menyikapi sikap PPP yang tampak galau. Partai Kakbah itu galau, bisa dibaca dari pernyatan Waketum PPP Arsul Sani tentang nasib kadernya, Sandiaga Uno, yang kabarnya tidak akan dipilih sebagai cawapres untuk Ganjar Pranowo.
Tokoh PKB Umar Hasibuan mengungkapkan, ada kesan PPP akan hengkang dari koalisi dengan PDIP untuk mengusung capres Ganjar Pranowo.
“Kbrnya dia pindah PPP krn ada chance jd cawapres ganjar? Apa klu dia gagal cawapres akan pindah partai lg si sandi ini ges?” tulisnya di X (Twitter).
Menurut dia, kalaupun PPP hengkang, pihak PDIP tidak risau karena partai banteng itu bisa mencapreskan sendirian tanpa harus koalisi dengan parpol lain. Ambang batas pencalonan sudah mencukupi, hingga Bu Megawati santai saja.
Baca juga: Politisi Ini Memvonis Pinjol Ilegal Itu Hukumnya Haram Karena Ada Penipuan
“Tanpa PPP pun PDIP bisa capreskan ganjar. Klu PPP keluar mgkn bu mega santai saja,” ungkap Umar Hasibuan dalam postingannya di X (Twitter).
Tokoh PKB dari Sumatera Utara yang punya nama medsos Umar Al Chelsea (@Umar_Hasibuan__) mengatakan, Bu Mega malah melirik Cak Imin untuk menjadi Cawapres berpasangan dengan Ganjar. Dan bahkan, dia membayangkan, Bu Meda mengatakan, Cak Imin malah lebih jelas darah NU-nya.
”Kata Bu Mega : Masih Ada Cak Imin yg jelas darah NU nya,” ujarnya Umar Hasibuan lagi.
Baca juga: Unjuk Rasa Buruh Digelar Hari Ini di Jakarta, Ini Tuntutannya
Lebih dari itu, dia juga mengatakan, capres mana pun kalau berpasangan dengan Cak Imin akan bisa menang dalam Pilpres 2024.
“Yakinlah kalau yg berpasangan sama Cak Imin insya Alloh akan menang Pilpres 2024,” ungkapnya.
Sebelumnya, Waketum PPP Arsul Sani mengungkapkan, di internal partainya mendengar ada kemungkinan, kadernya yang kini sebafai Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bappilu) Sandiaga Uno, tidak dipilih jadi calon wakil presiden (cawapres) bagi Ganjar Pranowo.
Baca juga: Beri Kritik Jokowi, Ketua MUI Minta Tinjau Ulang Konsesi HGU 190 Tahun di IKN
Sehingga, kata dia, diskursus ihwal sikap PPP ke depan serta arah koalisi mulai mencuat di internal partai. “Muncul seperti itu kan pasti, kan teman-teman di PPP juga mendengar ada kemungkinan Pak Sandi juga tidak dipilih,” kata Arsul di DPR, 8 Agustus.
Menurutnya, PPP bukan partai yang dimiliki pemegang saham (itu perumpamaannya). Sehingga, tiap kader bebas menyuarakan pendapatnya mengingat mereka turut merasa memiliki partai.
“Maka berkembang juga, kalau Pak Sandi tidak jadi cawapres, harus bagaimana PPP? Kalau pertanyaannya seperti itu, apakah tetap ada koalisi ini atau kemudian itu. Kan masih berkembang,” kata Arsul.
Selain itu di akar rumput, tidak semua mendukung Ganjar Panowo, ada yang mendukung Prabowo dan juga Anies Baswedan. Namun, kata Arsul menegaskan partainya tetap menjalin hubungan yang baik dengan PDIP.
PPP juga menghormati jika keputusan akhir soal cawapres berada di tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Namun, dia berharap PPP juga diajak bicara soal cawapres itu.
“Dengan pesan seperti itu, teman-teman PPP itu sedang mengatakan ‘Ya kami juga harus diajak bicaralah’, gitu kira-kira,” ujar Arsul Sani, Waketum PPP. (**)
(Winoto Anung)
