HELOINDONESIA.COM - Politisi Fahri Hamzah mengatakan, masyarakat tidak boleh bosan kepada negara, tetapi harus bosan kepada para politisi dan pemimpin yang dianggap gagal membawa perubahan. Politisi dan pemimpin gagal harus diganti, yakni menurut aturan kinstitusi, diganti 5 tahun lewat Pemilu.
"Politisi dan pemimpin gagal harus diganti setiap 5 tahun. Itulah kenapa masyarakat ingin ada partai baru dengan pemikiran baru dan gagasan baru," kata Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini.
Hal itu diungkapkan Fahri Hamzah menanggapi hasil riset potret percakapan digital di media digital dan media sosial dengan tema 'Menyongsong Pemilu 2024: Antara Optimisme dan Pesimisme Warganet' di Jakarta, Minggu 9 Juli.
"Masyarakat dengan kebosanannya, pesimis, antusias atau optimis itu biarlah menjadi hak rakyat dalam negara demokrasi. Dinamika ini harus dipertahankan agar kita punya harapan baru," kata Fahri Hamzah yang juga - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia.
Baca juga: Komentar Ganjar pada Unggahan Akun Happy Asmara, Picu Reaksi Penggemar Sang Pedangdut
Dia menambahkan, di tengah masyarakat saat ini muncul pesimisme yang kuat tentang masa depan demokrasi dan politik Indonesia.
Sehingga untuk meningkatkan optimisme tersebut, diperlukan pergantian kepemimpinan di tingkat ekskutif maupun legislatif setiap 5 tahun.
Menurut Fahri, kehadiran Partai Gelora dalam rangka menghilangkan rasa pesimisme masyarakat terhadap partai politik (parpol) dan para pemimpin saat ini, yang tidak terlalu memikirkan masa depan bangsa.
Baca juga: Terseret Polemik JIS, Buro Happold Buru-buru Klarifikasi, Begini Tanggapannya
"Partai Gelora lahir dalam suasana seperti itu, ketika orang mulai pesimis dengan partai politik. Para politisinya semakin membosankan, anggota dewannya tidak berfungsi, dan para pemimpinnya korupsi. Ini yang akan kita ubah jadi optimisme," katanya.
Dengan gagasan baru, lanjutnya, Partai Gelora menawarkan pemimpin-pemimpin baru baik untuk legislatif maupun eksekutif yang bisa membawa mimpi Indonesia sebagai Superpower baru.
Adapun riset potret percakapan digital di media digital dan media sosial tersebut berhasil dipotret Gelora Petamaya yang bekerjasama dengan Lembaga Riset Digital Cakradata dalam kurun waktu 1 Januari - 3 Juli 2023. (*)
(Winoto Anung)
