Helo Indonesia

Adian Napitupulu Jawab Perkiraan Dukungan Jokowi pada Capres 2024

Annisa Egaleonita - Nasional -> Politik
Senin, 22 Mei 2023 06:59
    Bagikan  
Adian Napitupulu

Adian Napitupulu - (Foto Ist)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Adian Napitupulu memperkirakan arah dukungan Presiden Jokowi terhadap calon presiden (capres) pada Pemilu 2024. Anggota DPR RI FPDI Perjuangan itu menganalisisnya berdasarkan referensi sejarah.

Sebagai kepala negara, Jokowi harus netral. "Namun, jika ditanya pandangan pribadi, saya akan menggunakan referensi sejarah untuk menjawabnya," kata Adian dalam artikelnya "PDIP dan 8 Kemenangan Jokowi", Minggu (21/5/2023).

Pertama, dalam perjalanan hidup Jokowi, PDIP adalah partai pengusung yang bersama rakyat telah membawa Jokowi dan keluarga mendapatkan 7 kali kemenangan: 2 kali walikota Solo, 1 kali gubernur DKI, dan 2 kali presiden RI.

Di luar itu, PDIP sebagai partai pengusung kemenangan Gibran maupun Bobby menjadi wali kota Solo dan Wali kota Medan. "Sempurna, PDIP mempersembahkan 7 kemenangan untuk Jokowi dan keluarganya," katanya.

Kedua, untuk 7 kemenangan itu tidak sedetikpun PDIP meninggalkan Jokowi. Seluruh kader PDIP hingga tingkat anak ranting, ketum, sekjend, seluruh DPP partai menjadi jurkamnas berkeliling berbagai provinsi dari pagi siang malam.

Apakah hanya itu? Tidak! Ketiga semua kader PDIP di semua tingkat hingga DPR RI juga berjibaku mengamankan semua kebijakan Jokowi, Gibran maupun Bobby.

Membela Presiden Jokowi, Gibran dan Bobby di berbagai ruang saat di hina, difitnah dan dibully apakah itu dalam perdebatan di media, perdebatan di dunia maya maupun perdebatan di pos ronda.

Komitmen PDIP bukan hanya di kata tapi terjaga, teruji dan terbukti hingga hari ini tanpa perlu lagi dipertanyakan. PDIP dengan setia selama 20 tahun membuktikan keberpihakan dan pembelaan bukan hanya pada Jokowi tapi juga pada anak serta menantunya.

Dla percaya, Jokowi tidak melupakan sejarah itu dan karena itu juga maka saya percaya bahwa keberpihakan Jokowi pada PDIP tidak tergoyahkan. Jokowi pasti satu nafas sebagai kader.

Partai untuk menjalankan amanat Kongres melalui keputusan Ketua Umum Partai. termasuk didalamnya terhadap calon presiden Ganjar Pranowo. Bukankah Jokowi juga ikut menjadi saksi ketika keputusan diumumkan.

Bukankah keputusan ketua umum setelah melalui pertimbangan mendalam, kontemplasi dan berdialog dengan Presiden Jokowi yang ikut menyampaikan masukan dan pertimbangan secara obyektif.

"Akhir kata, saya ingat pembicaraan sesama kader Partai, saya dengan Presiden Jokowi di suatu tempat. Saat itu Beliau berkata "2024 kita harus menang Mas Adian!" Dan saya bertanya "Kita itu siapa Pak?" Jokowi menjawab "PDIP". Saya yakin Jokowi tidak melupakan percakapan tsb. (HBM).