LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Warga dua dusun terpaksa memasang sendiri jaringan listrik PLN ke rumah-rumah warga dengan tiang bambu dan lainnya di Desa Labuhan Ratu Dua, Wayjepara, Kabupaten Lampung Timur.
Selain rentan cepat rusak, jaringan listrik tersebut juga berpotensi konsleting. Pernah, hujan deras dan angin kencang, tiang jaringan listrik patah sehingga membahayakan warga.
Jaringan listrik yang terpaksa dibuat sendiri puluhan warga di Dusun V dan VI. "Sejak jaringan listrik masuk ke desa puluhan tahun silam, PLN Persero hanya memasang beberapa tiang saja ke kedua dusun tersebut," kata Sumadi, warga Dusun V.
Untuk menyalurkan listrik ke rumah pelanggan terjauh, warga terpaksa menarik kabel secara estafet dari rumah ke rumah. Agar kabel bertegangan tinggi itu tak menyentuh tanah, wargapun menancapkan beberapa bilah bambu atau properti lain sebagai penyangga.
Baca juga: Buntut Kemarau Panjang, Puan Dorong Pemerintah Cepat Bantu Warga di Daerah Atasi Krisis Air Bersih
Karena alat penyangga mudah lapuk maka alat penahan jaringan listrik itu tak bertahan lama. Wargapun harus menggantinya. "Pernah ada alat penyangga yang patah saat hujan deras. Beruntung, nggak ada yang melintas terutama anak-anak," kata Sumadi yang diamini warga lain.
Karena yang dibutuhkan hanya beberapa tiang, warga minta pihak PT.PLN agar menambah tiang dan mengganti kabel yang tak nemenuhi standar.
"Kami hanya butuh beberapa tiang. Jangan sampai sudah terjadi konsleting dan membakar rumah warga baru ada tindakan," tegas tokoh pemuda itu.
Hal senada dikatakan Suhar, warga Dusun VI. Akibat tak ada tiang pada satu jalur di dusun itu, warga memasang jaringan dari rumah ke rumah tanpa pengawasan pihak PLN.
Baca juga: Golkar Ungkap Ridwan Kamil Sudah Ditawari Megawati Jadi Cawapres Ganjar
Dan properti yang dipasang seperti kabel tak sesuai standar. Sehingga hal itu dikhawatirkan terjadi konsleting dan membakar rumah warga. Karena jaringan dipasang secara sambung menyambung, tegangan terganggu dan listrik redup.
"Seperti dusun tetangga, dusun kami hanya butuh beberapa tiang," ujar Suhar.
Hali Afrian tokoh masyarakat mendampingi Penjabat Kepala Desa Sopiyan Effendi membenarkan keluhan warga atau konsumen listrik dua dusun tersebut. Meskipun jaringan tanpa tiang di dusun itu telah berlangsung puluhan tahun, tapi pihak PLN belum juga menambah tiang.
"Guna menjaga terjadinya konsleting, kami sangat mengharapkan penambahan tiang,"kata Afrian.
Baca juga: Seorang Pria dari Kaliawi Jual Sabu dan Ekstasi
Agar program penambahan tiang di dua dusun desa itu dapat terealisasi, dirinya bersama kepala desa mengajukan proposal ke pihak PLN. Dengan harapan PLN segera membenahi jaringan listrik tersebut. Apalagi hal itu telah terjadi puluhan tahun.
"Semoga proposal kami segera direspon dan warga atau pelanggan nggak dihantui takut rumahnya terbakar akibat konsleting," pungkas Afrian
(Khairuddin)
