KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Warga Desa Kedungasri, Kecamatan Ringinarum, Kendal, Jawa Tengah, terpaksa menggali sumur ditengah sungai kering akibat musim kemarau yang melanda hampir semua wilayah di Indonesia.
Kesulitan air mulai dirasakan sejak dua pekan terakhir oleh warga. Terutama warga yang bermukim di Dusun Jatigowok, Desa Kedungasri. Sebagian besar sumur warga di dusun tersebut mengalami kekeringan, sehingga tidak bisa diambil airnya.
Kepala Dusun Jatigowok, Matari mengungkapkan kondisi tersebut terjadi sejak memasuki musim kemarau di bulan Agustus lalu.
"Sudah dua minggu warga kesulitan air, karena sumurnya kering. Kemudian sendiri-sendiri warga membuat sumur baru di tengah sungai yang mengering ini, ya harapannya bisa mendapatkan air," ungkapnya, Minggu 3 September 2023.
Menurutnya, di dusun tersebut terdapat 50 kepala keluarga dengan sekitar 200 jiwa. Warganya harus menggali setidaknya dengan kedalaman minimal tujuh meter untuk mendapatkan air.
"Kami berharap dengan kondisi seperti ini ada perhatian dari pemerintah. Supaya warga mudah mendapatkan air bersih. Karena, air yang didapat dari sumur buatan baru tersebut, tidak serta merta dapat dikonsumsi, kondisi airnya masih keruh," harap Matari.
Menggali Sumur
Sementara itu, salah seorang warga, Rifai memaparkan, untuk mendapatkan air, ia dan warga lainnya menggali sumur di tengah sungai kering dengan alat seadanya.
"Pengalian sumur ini hanya mengunakan garpu dan ember,. Dan paling tidak kita harus menggali minimal tujuh meter," paparnya.
Ia mengungkapkan, meski sumur yang digali terdapat sumber air, namun menurutnya belum cukup untuk digunakan kebutuhan sehari-hari. Karena sumber air mengalir pada jam tertentu saja.
"Airnya itu muncul saat pagi hari. Sedangakan mendekati siang, air sudah berhenti mengalir," ungkap Rifai.
Rifai berharap, Pamsimas (Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) di Desa tersebut kembali dilakukan pembenahan agar dapat digunakan warga terutama saat musim kemarau seperti sekarang. (Anik)
