SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Kongres Perempuan Nasional (KPN) 2023 yang akan digelar di kampus Undip, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 24 - 26 Agustus 2023 mengangkat tema besar ‘Demokrasi dan Kepemimpinan Perempuan Menuju Satu Abad Indonesia’ tersebut.
Namun seperti disampaikan Ketua I KPN Mila Karmilah, kongres bakal mengusung lima tema terkait tantangan dan peluang perempuan Indonesia pada tahun demokrasi 2024, hingga tahun 2045.
"Kelima tema KPN ini meliputi tantangan perempuan dalam tata kelola pemerintahan, mewujudkan kedaulatan pangan, penghapusan kekerasan serta kesetaraan dan keadilan gender, perubahan iklim terkait energi bersih dan lingkungan, serta media dan kebudayaan yang responsif," jelasnya dalam Media Gathering di Hotel Noormans Semarang, 21 Agustus 2023.
Baca juga: Mbak Ita Tegaskan Belum Ada Realisasi Pemindahan Kantor Pemkot Semarang
Dia menjelaskan, KPN di Semarang merupakan kelanjutan dari Kongres Perempuan Jawa Tengah 2019 yang merekomendasikan beberapa hal tentang anggaran untuk program, kebijakan, regulasi, layanan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
''Pada KPN kali adalah momentum untuk mengawal perempuan-perempuan yang akan menempati posisi strategis, baik sebagai caleg di parlemen maupun sebagai kepala daerah. Kita juga merefleksikan tantangan perempuan menuju satu abad, diantaranya isu lingkungan dan kebudayaan,'' tambah Mila.
Menurut dia, peserta KPN hingga 17 Agustus 2023 lalu sudah mencapai 1.000 orang yang berasal dari berbagai konfigurasi atau wilayah dari Sabang sampai Merauke. Nara sumber yang terlibat dalam dalam KPN adalah 21 orang. Artinya dalam setiap tema yang dibahas minimal ada tiga pembicara.
Persebaran pembicara, lanjut dia, adalah dari unsur Pemerintah, penyelenggara negara seperti Bawaslu, KPU, DPR, DPD, serta organisasi kemasyarakatan seperti Komnas Perempuan dan Koalisi Perempuan Indonesia.
Hadir dalam acara media gathering, Ketua Dewan Pengarah KPN Ida Budhiati, dan legislator DPRD Jateng Padmasari Mestikajati.
Dalam KPN tersebut, tokoh-tokoh perempuan bersiap hadir dan menjadi nara sumber. Mulai Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Ketua DPR RI Puan Maharani dan senator DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas.
Selain mereka adalah Ketua TP PKK Jateng Siti Atikoh Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.
Kegiatan berlangsung di sejumlah gedung, yaitu di Gedung Prof. Soedarto SH, auditorium Fakultas Teknik, FISIP, Peternakan dan Pertanian, dan di Fakultas Ilmu Budaya.
Awareness
Sementara itu, Ketua SC KPN Ida Budhiati mengatakan, sebenarnya UU dan peraturan teknis lainnya, telah menjamin hak dasar perempuan seperti aspek ekonomi, budaya, dan sosial. Namun tampaknya belum ada gayung bersambut.
''Bahkan di kalangan perempuan sendiri, belum ada awareness terkait kehadiran negara dalam mengatur hak dasar ini. Maka pelaksanaan kongres perempuan ini sangat strategis,'' ujar aktifis perempuan itu.
Anggota DPRD Jateng Padmasari Mestikajati menambahkan, isu yang menarik dalam KPN adalah terkait keterwakilan perempuan di parlemen.
Menurut dia, representasi perempuan dalam bidang politik dapat dikatakan masih jauh dari harapan. Di Indonesia sendiri perempuan yang terjun dalam dunia perpolitikan masih terbelenggu dengan latar belakang, budaya patriarkhi, perbedaan gender.
''Keterwakilan di parlemen masih jauh dari harapan, belum menyentuh kuota 30 persen kursi perempuan,'' ujar politisi Partai Golkar itu.
Diketahui, kegiatan Kongres Perempuan kali ini diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jateng berkolaborasi dengan pihak pemerintah, swasta, universitas, lembaga negara, organisasi nonpemerintah, individu dan swasta.
Berikut agenda Kongres Perempuan Nasional di Semarang
Dibuka dengan seminar nasional dengan tema dan narasumber:
1. Perempuan dalam Tata Kelola Pemerintahan (I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E., M.Si -Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI)
2. Perempuan dalam Kebudayaan (Prof. Dr. Dra. Sulistyowati Irianto, M.A -Antropologi Hukum, Fakultas Antropologi Universitas Indonesia ).
Moderator: Andy Yentriyani (Komnas Perempuan)
Tempat: Auditorium Prof. Soedarto SH Undip
Setelah pelaksanaan stadium general peserta akan dibagi ke dalam 5 (lima) tema utama, yaitu:
KOMISI I
Peluang dan Tantangan Kepemimpinan Perempuan dalam Tata Kelola Pemerintahan dengan rencana pembicara:
Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu, M.Sos (Walikota Semarang)
Hasyim Asy’ari, S.H, M.Si, PhD (Ketua KPU Pusat)
Lolly Suhenty, S.Sos.I., M.H.( BAWASLU RI)
Pimpinan Sidang/Pemandu Diskusi: Dr. Ida Budhiati, S.H., M.Hum.
Tempat: Auditorium FISIP, UNDIP
KOMISI II
Peluang dan Tantangan Kepemimpinan Perempuan dalam mendorong dan memperkuat Ketahanan Pangan dengan rencana pembicara:
Hj. Siti Atikoh Supriyanti (Ketua Tim Penggerak PKK Prov. Jawa Tengah)
Prof. Dr. Ir. Florentina Kusmiyati, M.Sc (Dosen Fakultas Pertanian UNDIP)
Lily Batara (Manager Program Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan )
Dr. Phill. Dewi Candraningrum, M.Ed (UMS Surakarta)
Pimpinan Sidang/Pemandu Diskusi: Agus Gunawan Wibisono
Tempat: Auditorium FPP UNDIP
KOMISI III
Peluang dan Tantangan Kepemimpinan Perempuan untuk mewujudkan Kebijakan Adil gender dan Anti Kekerasan tehadap Perempuan dengan rencana pembicara:
1. Luluk Nur Hamidah, M.Si., M.PA (Anggota Komisi IV DPR RI)
2. Mieke Verawati Tangka (Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia)
3. Andy Yentriyani (Ketua Komnas Perempuan)
4. Nur Laila Hafidhoh, M.Pd (Direktur LRC-KJHAM)
Pimpinan Sidang/Pemandu Diskusi: Myra Diarsi, MA., Psikolog
Tempat: Auditorium Prof. Soedarto SH
KOMISI IV
Peluang dan Tantangan Perempuan dalam mewujudkan Energi Bersih serta Responsif pada isu Lingkungan dengan rencana pembicara:
1. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S, M.M (Wakil Ketua Komisi X DPR RI)
2. Delima Silalahi (Direktur Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat/KSPPM)
3. Paramita Iswari, S.T.,M.A (Direktur Perkumpulan Karsa)
Pimpinan Sidang/Pemandu Diskusi: Dr. Mila Karmilah, ST.MT.
Tempat: Ruang Teater FISIP Undip
KOMISI V
Peluang dan Tantangan Perempuan dalam memperkuat/mewujudkan Kebudayaan dan Media yang ramah perempuan dengan rencana pembicara:
1. Dr. Lestari Moerdijat, S.S., M.M (Wakil Ketua MPR RI)
2. GKR Hemas (DPD RI)
3. Luviana Ariyanti (Pemred wwww.konde.co)
4. Evri Rizqi Monarshi (Komisi Penyiaran Indonesia Pusat)
Pimpinan Sidang: Masruchah
Tempat: Auditorium Fakultas Teknik UNDIP
Kongres terbuka untuk seluruh perempuan di Indonesia. Narahubung: Ketua I Kongres Perempuan Nasional (Mila Karmilah 085215664422).
(Aji)
