Helo Indonesia

Merasa Janggal, Keluarga Autopsi Siswa SPN Kemiling yang Tewas ke Medan

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Rabu, 16 Agustus 2023 22:45
    Bagikan  
Merasa Janggal, Keluarga Autopsi Siswa SPN Kemiling yang Tewas ke Medan

Advent Pratama Telaumbauna (Foto Ist)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Orangtua Advent Pratama Telaumbauna meragukan penjelasan Polda Lampung terkait tewasnya siswa Pendidikan Pembentukan Bintara Sekolah Polisi Negara (Diktuba SPN) Kemiling, Kota Bandarlampung.

Ifon, bapak Advent, Rabu (16/8/2023), merasa ada kejanggalan atas tewasnya sang putra. Keluarga besarnya akan mengautopsi jenazah di Rumah Sakit H. Adam Malik, Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Saat ini, jenazah dalam perjalanan ke Medan. Rencana, setelah diaitopsi, jenazah akan dimakamkan di Nias, Provinsi Sumatera Utara. Orangtua korban juga datang dari Nias ke Medan.

Ifon juga meluruskan kabar yang beredar dirinya menolak autopsi yang ditawarkan Polda Lampung. Saat ditanya apakah korban ada riwayat sakit, Ifon mengataka ccn tidak mungkin anaknya lolos kalau ada riwayat sakit.

Baca juga: Sharing Pengembangan Universitas, Tim MBKM USM Studi Banding ke UAD Yogyakarta

Menurut dokter Rumkit Bhayangkara dr Andriani, pihak Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Polda Lampung telah melakukan tiga siklus Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau upaya untuk mengembalikan fungsi sirkulasi dan pernapasan kepada SPN (Diktuba SPN) Kemiling. 

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes. Umi Fadilah Astutik, menjelaskan kronologi meninggalnya Advent Pratama Telaumbauna.

Umi mengatakan almarhum adalah siswa sekolah bintara (Seba) yang sedang mengikuti pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Kemiling, Polda Lampung. 

Baca juga: Maksimalkan Pelayanan Masyarakat RSUD RBC Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral

Usai pembinaan fisik, kata Kabid Humas, Pratama berbaris ke ruang makan bersama rekan-rekannya. Namun dia terjatuh sehingga dahi, bibir, dagu, dan tangannya terluka.

Kemudian, rekannya langsung membawanya ke tempat teduh. Saat itu, korban masih bisa berkomunikasi dan sempat mengeluhkan pusing. 

Ketika diperiksa tim medis, kondisinya menurun sehingga ia dibawa ke RS Bhayangkara Pukul 14.05 WIB. Tapi, setelah pengobatan selama 40 menit dia meninggal dunia.(Ist)