Helo Indonesia

Pemkot Semarang Mendapat Suport Penanganan Banjir dari Kerajaan Belanda

Jumat, 14 Juli 2023 06:13
    Bagikan  
Pemkot Semarang Mendapat Suport Penanganan Banjir dari Kerajaan Belanda

WALI KOTA: Wali Kota Semarang Mbak Ita saat memberikan sambutan pada seminar penanganan banjir di Kota Semarang, Kaamis (13/7/2023). Foto: Ist

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM -Kerja sama dalam upaya pengendalian banjir terus dilakukan Pemerintah Kota Semarang. Salah satunya, Kamis (13/7/2023), Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu membuka Seminar Polder Banger dan Kick Off Meeting Program Blue Deal sebagai wahana bertukar ilmu pengetahuan dan keahlian bidang sumber daya air di Kota Semarang.

“Kami berharap, program Blue Deal ini bisa menjadi alternatif pengendalian banjir yang terjadi di Kota Semarang dan kota/kabupaten lainnya. Kami berharap ada percepatan-percepatan program sehingga dapat terselesaikan secara paralel masalah banjir ini di tahun 2023 atau 2024. Kami berharap tidak harus menunggu program selesai di tahun 2030,” ungkap Mbak Ita, sapaan akrab Wali Kota.

Dalam sambutannya, Mbak Ita juga meminta agar pengendalian banjir ini dapat dilakukan juga bersamaan dengan penyelesaian masalah enceng gondok yang menyebar di Kali Banger. Karena di sungai tersebut, sudah terlihat banyak tanaman enceng gondok yang mulai tumbuh.

Kota Semarang terpilih sebagai salah satu dari empat daerah di Indonesia yang mendapatkan Program Blue Deal dari Kerajaan Belanda, bersama Kota Tangerang, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Pekalongan.

Kemitraan

Program Blue Deal terdiri dari 17 kemitraan internasional di mana Dewan Air Belanda dan negara-negara lain bekerja sama mencapai tujuan menyediakan bagi 20 juta orang akses air bersih, cukup dan aman pada tahun 2030.

Menurut Wali Kota, dalam pengendalian banjir dan air, salah satunya perlu belajar dari Kerajaan Belanda, khususnya Kota Volendam di mana kotanya berada di bawah air laut, bersisihan tetapi air tidak mengalir dan tidak banjir. “Ke depan, Saya ingin mengajak satu atau dua nelayan dari Tambaklorok untuk dapat menyaksikan pengelolaan air yang baik di sana,” lanjut Mbak Ita.

Program Blue Deal memperkuat pengembangan kapasitas otoritas tata kelola air di berbagai negara di seluruh dunia sehingga mereka dapat menerapkan solusi jangka panjang. Kesepakatan ini bertujuan untuk berkontribusi pada Sustainable Development Goals 6 (akses universal terhadap air bersih dan sanitasi untuk semua pada tahun 2030).

Program ini sekaligus tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) Bidang Sumber Daya Air Tahap 5 antara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dengan Menteri Infrastruktur dan Sumber daya Air Kerajaan Belanda Mark Harbers, yang ditandatangani 3 Juni 2022 lalu, di Den Haag, Belanda. (ADE)