Helo Indonesia

Pihak Sekolah Az Zahra Cuci Tangan Atas Tewasnya 7 Pekerja, 2 Luka

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Kamis, 6 Juli 2023 17:37
    Bagikan  
Iqbal Hafidz Hakim bersama Kombes Pol Reynolds Hutagalung

Iqbal Hafidz Hakim bersama Kombes Pol Reynolds Hutagalung - (Foto Hajim/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Pihak Sekolah SD Az Zahra cuci tangan terkait tak melaporkan kejadian tewasnya tujuh pekerja ke Polresta Bandarlampung yang hanya berjarak 100 meter serta tanggung jawab atas terjadinya tragedi tersebut dengan alasan yang mengerjakan vendor. 

ALASAN TAK LAPOR

Alasan tak segera melaporkan terjunnya sembilan pekerja dari lantai lima akibat putusnya tali lift ke Polresta Bandarlampung yang cuma "sejengkal" dari sekolah elite tersebut karena sekolah lagi libur, tak ada orang.

Alasan tersebut dikemukakan Kepala SD Az AHRA Iqbal Hafidz Hakim. Office boy (OB) dan sekuriti shock dan fokus menangani korban," katanya kepada Helo Indonesia Lampung, Kamis (6/7/2023).

Dia minta dimaklumi. Menurut Iqbal Hafidz Hakim, tak ada maksud menutupi kejadian tersebut. Pihaknya pasti akan melaporkan tragedi yang terjadi ke Polresta Bandarlampung.

Baca juga: Sekolah Az Zahra Tutupi Tragedi Tewasnya 9 Pekerja Jatuh dari Lift

PEKERJANYA

Tentang pekerjanya, kata dia, vendor yang telah bekerja tiga bulanan, bukan pihaknya. Pihak sekolah akan menyerahkan santunan buat kesembilan pekerja pembuatan lapangan futsal dan kreatif area.

Polresta Bandarlampung tengah menyelidiki kemungkinan terjadinya kelalaian pihak sekolah, termasuk adanya unsur-unsur pidana lainnya, terkait tewasnya tujuh pekerja atas jatuhnya lift sekolah elite AZ Zahra.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Dennis Arya Putra, Al Zahra tak melaporkan peristiwa tersebut. Pihaknya malah tahu adanya kecelakaan tersebut dari seseorang di Rumah Sakit Bumi Waras, Kota Bandarlampung.

"Saya sendiri mendapatkan informasi dari seseorang RS Bumi Waras adanya korban lift jatuh di sekolah elit Az Zahra sekitar pukul 15.O0 WIB yang belum dilaporkan ke pihak Polresta, jadi nanti kita akan olah TKP di lokasi kejadian bersama unit Ranmor dan Identifikasi," ujarnya.

Baca juga: Pemkot BL Terima Penghargaan Manggala Karya Kencana BKKBN

Penjaga sekolah Arifwan yang dikonfirmasi terkait musibah tersebut memilih tutup mulut kenapa tak ada pemberitahuan ke Polresta Bandarlampung. Malah, sang penjaga sekolah bilang tidak ada kejadian apa-apa. "Penjaga siang tidak bilang apa-apa," alasannya.

Akibat kejadian itu, tujuh pekerja tewas dan dua masih kritis akibat jatuhnya lift di sekolah yang berada di Jl. Mayjend DI Panjaitan, dekat Polresta Bandarlampung, Rabu (6/7/2023), pukul 16.40 WIB.

Para korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bumi Waras, Durian Payung, Kota Bandarlampung, kata Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Kompol Dennis Arya Putra. Mereka yang tewas langsung diantarkan ke rumah duka.

Untuk sementara, informasinya, lift jatuh diduga membawa material dan dinaikkan sembilan pekerja bangunan yang sedang bekerja di lembaga pendidikan tersebut. "Diduga kelebihan muatan,," katanya kepada sejumlah awak media. (Hajim)