Helo Indonesia

Wali Kota Klaim Kemiskinan Ekstrem di Kota Semarang Sudah Nol Persen

Kamis, 4 Juli 2024 07:02
    Bagikan  
Wali Kota Klaim Kemiskinan Ekstrem di Kota Semarang Sudah Nol Persen

KEMISKINAN: Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menandatangani kerjasama dengan pihak swasta terkait pengentasan kemiskinan. Penandatanganan disaksikan Menko PMK Muhadjir Effendy. Foto: Dok

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM -Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota Semarang dalam mengentaskan persoalan kemiskinan di ibu kota Jawa Tengah. Salah satunya bekerja sama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (PT SMF) dalam melakukan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) khususnya di kawasan Tambak Lorok, Kecamatan Semarang Utara.

Kerja sama dengan pihak swatsa tersebut mencakup Pemanfaatan Data Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dan Bantuan rehab RTLH di Kota Semarang. Penandatanganan kerja sama dilakukan pada Sabtu (29/6/2024) lalu bertepatan dengan Kunjungan Kerja Menko PMK Muhadjir Effendy ke Kantor Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara untuk meninjau penyaluran Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

Pemanfaatan data di bidang perumahan dan permukiman menjadi salah satu pilar kerja sama tersebut. Dengan kolaborasi ini, pihak swasta tersebut sebagai perusahaan pembiayaan sekunder perumahan dapat mengolah data tersebut untuk program pembiayaan yang lebih efektif.

Kemiskinan

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi backlog kepemilikan rumah, khususnya bagi masyarakat yang hidup dalam kemiskinan ekstrem. Peningkatan akses terhadap hunian yang layak akan membawa dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

"Ini bisa menjadi stimulus bagi masyarakat di Tanjung Mas khususnya wilayah Tambak Lorok yang saat ini masih ada sepertiga yang membutuhkan penanganan kemiskinan," terang Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu usai penandatanganan kerja sama.

Di Tambak Lorok sendiri sebelumnya telah dicanangkan proyek pengendalian banjir dan rob serta penataan kampung nelayan. Tahap pertama tahun 2016-2017 untuk mengamankan area parkir kapal, tahap kedua tahun 2022-2024 ini untuk mengamankan area pemukiman, fasilitas sosial, dan fasilitas umum yang ada di sekitar Tambak Lorok.

Sementara terkait dengan jumlah RTLH yang akan direhab di Tambak Lorok, perlu dilaksanakan koordinasi lebih lanjut antara Pemkot Semarang, pihak swasta tersebut, dan juga Kementerian PUPR.

“Alhamdulillah di Kota Semarang kemiskinan ekstrem sudah nol persen. Tapi salah satu yang menjadi indikator terkait dengan kemiskinan adalah Rumah Tidak Layak Huni yang mana di wilayah Tambak Lorok ini masih ada rumah-rumah bersertifikat yang memang masih membutuhkan stimulus untuk rehab. Diharapkan nanti dari pihak swasta tersebut bersama kementerian bisa memberikan bantuan ini,” ujar Mbak Ita, sapaan akrabnya.

Proses penandatanganan perjanjian P3KE dan Bantuan RTLH tersebut dilakukan oleh Ananta Wiyogo, Direktur Utama PT. SMF, dan Nunung Nuryartono, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Kerja sama ini menegaskan komitmen dari kedua belah pihak untuk bersama-sama mengakselerasi upaya penghapusan kemiskinan ekstrem melalui langkah-langkah konkrit dan terukur.

“Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk mendukung pembangunan perumahan yang layak dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan akses terhadap data yang akurat, kami dapat menjalankan upaya kami dalam merancang program pembiayaan yang lebih tepat sasaran, membantu masyarakat yang paling membutuhkan untuk memiliki hunian yang layak,” pungkas Ananta. (ADE)