HELOINDONESIA.COM - Badai Matahari disebut akan menyerang Bumi pada tahun 2025 yang paling banyak dibicarakan di medsos adalah tentang tidak adanya internet saat badai matahari terjadi dan apakah akan berdampak fatal pada manusia?
Apakah benar begitu? sebelum masuk ke pembahasan itu kita harus mengetahui dulu apa itu badai matahari.
Badai Matahari merupakan siklus surya sekitar 11 tahunan dan meningkat selama periode puncak aktivitas surya yang bisa terjadi karena adanya ledakan besar dari permukaan matahari karena melepaskan radiasi elektromagnetik secara terus menerus. Intensitas ledakan itulah yang bisa menetukan klasifikasi badai matahari.
Intensitas ledakan yang paling kuat adalah badai kelas X, diikuti oleh M-, C-, dan B-; dan yang terlemah adalah badai kelas A. Badai matahari dapat terlihat sebagai kilatan terang di wilayah tertentu dan berlangsung selama beberapa menit.
Baca juga: Geopark Meratus Menjadi UNESCO Global Geopark
Penyebab utama badai matahari adalah akumulasi energi magnetik di atmosfer surya yang kemudian dilepaskan secara tiba-tiba.
Perilaku medan magnetik yang tidak stabil di permukaan matahari, cenderung menjadi titik asal dari badai Matahari. Wilayah ini biasanya terlihat sebagai bintik Matahari yang gelap dan dingin.
Untuk Dampaknya sendiri Badai Matahari tidak membahayakan bagi manusia, karen manusia terlindung oleh sistem lapisan bumi atau yang kita kenal sebagai atmosfer.
Tetapi Badai Matahari bisa mengganggu pada sistem berikut
- Jaringan Listrik
- Sistem Telekomunikasi
- Satelit orbit bumi
- Navigasi
Jadi Badai matahari memang bisa mengganggu internet jika memang terjadi dengan intensitas yang besar, karena pernah terjadi kasus kalau badai matahi bisa menyebabkan listrik satu kota mati total.
