Helo Indonesia

Kepergian Remaja Santri Desa Kunyit yang Mengguncang Hati Warga

Anang Fadhilah - Nasional -> Peristiwa
Minggu, 26 Mei 2024 17:08
    Bagikan  
Desa Kunyit
Pelaihari

Desa Kunyit - Kantor Desa Kunyit Pelaihari Kalsel. (ist/heloindonesia)

PELAIHARI, HELOINDONESIA.COM - Desa Kunyit, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali diselimuti duka. MM, seorang remaja laki-laki berusia sekitar 15 tahun, ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di rumahnya. Kejadian ini mengagetkan publik, mengingat belum lama ini insiden serupa terjadi di Desa Gunungmelati, Kecamatan Batuampar, pada 5 Februari 2024, di mana seorang remaja berusia 18 tahun juga ditemukan dalam kondisi tragis yang sama.

MM, yang dikenal sebagai seorang santri, ditemukan oleh orangtuanya sekitar pukul 22.00 Wita pada Sabtu malam. Sang orangtua, yang pulang untuk mengecek keberadaan putra sulungnya karena tidak terlihat di hajatan bersama teman-temannya, terkejut mendapati anaknya dalam kondisi tergantung. Berita duka ini langsung menyebar dan membuat warga sekitar terkejut dan berduka.

Kepala Desa Kunyit, Masrianto, mengungkapkan bahwa jenazah MM telah dikebumikan pada pagi harinya sekitar pukul 08.30 Wita di pemakaman umum desa setempat di RT 2. Masrianto menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan menyebutkan bahwa MM dikenal sebagai remaja yang baik dan ramah. "Almarhum adalah sosok yang pendiam namun sangat dihormati di kampungnya. Sebagai seorang santri, kepribadian tenangnya mencerminkan lingkungan pendidikan yang ia jalani," ujarnya.

Insiden ini membawa kembali kenangan duka di Desa Gunungmelati, di mana seorang remaja ditemukan meninggal dengan cara yang sama beberapa bulan lalu. Kejadian berulang ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan warga dan pihak berwenang mengenai kesejahteraan mental remaja di daerah tersebut.

Di tengah suasana duka, masyarakat Desa Kunyit mencoba mencari makna di balik tragedi ini. Sejumlah warga mengungkapkan rasa kehilangan mereka terhadap MM, yang bagi mereka adalah seorang anak yang berbudi pekerti baik dan selalu bersikap sopan. "Dia adalah anak yang sangat tenang dan sering membantu orang lain tanpa diminta," kenang salah seorang tetangga.

Para ahli kesehatan mental diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan remaja di daerah ini, terutama mengingat dua kejadian serupa dalam waktu yang relatif dekat. Intervensi dan dukungan yang tepat sangat diperlukan untuk mencegah terulangnya tragedi seperti ini di masa depan.

Kepolisian setempat masih terus menyelidiki kejadian ini untuk memastikan tidak ada unsur lain yang terlibat. Sementara itu, dukungan moral dan emosional dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk keluarga yang ditinggalkan. Mereka diharapkan dapat memberikan kekuatan dan solidaritas dalam menghadapi cobaan berat ini.

Kejadian tragis ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama di kalangan remaja yang mungkin menghadapi tekanan yang tidak terlihat. Sebagai komunitas, Desa Kunyit diharapkan dapat bangkit dan bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi generasi muda mereka.