Helo Indonesia

Gas Melon Rp40 Ribu dan Langka, Warga Pakai Kayu Bakar

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Selasa, 9 April 2024 23:58
    Bagikan  
GAS MELON
Helo Lampung

GAS MELON - Mahal dan langka, warga beralih kembali pakai kayu bakar (Foto Zen/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Sejumlah warga Kampung Candirejo, Banjarkerta Rahayu, Banjarrejo dan Lempuyang Bandar dan Putra Lempuyang, Kecamatan Way Pengubuan Lampung Tengah mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kg, sejak pertengahan Ramadhan tahun 2024.

Kelangkaan itu dikeluhkan warga saat aktifitas masak meningkat jelang lebaran.

Bahkan Kalaupun ada di beberapa warung harganya sudah mahal mencapai Rp35 ribu sampai Rp40 ribu, padahal jika di hari biasa Rp23-Rp27 ribu.

Supaya irit menggunakan gas elpiji, warga terpaksa memasak pakai kayu bakar.

"Daripada tidak masak, meski mahal ya kami beli. Itupun sudah di irit-irit, masak pake kayu bakar pak," ujar seorang ibu rumah tangga Candirejo.

Kelangkaan gas 3 kg membuat spekulasi warga di Way Pengubuan karena dugaan adanya penimbunan barang subsidi pemerintah.

"Jangan-jangan ditimbun, karena hampir setiap menjelang lebaran gas 3 kg langka," ujar Putri seorang warga Candirejo.

Warga Way Pengubuan akhirnya harus membeli gas di Kampung tetangga, Mujirahayu Kecamatan Seputih Agung dan Blambangan Pagar Lampung Utara.

Warga berharap aparat berwenang segera mngecek kondisi kelangkaan gas 3 kg yang menghilang dari pasaran di Way Pengubuan, sehinga barang subsidi pemerintah itu kembali normal. (Zen Sunarto)

 -