Helo Indonesia

Kandang Jebak Harimau Telah Terpasang di Kebun Kopi, Umpan Kambing

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Sabtu, 16 Maret 2024 17:28
    Bagikan  
Kandang Jebak Harimau Telah Terpasang di Kebun Kopi, Umpan Kambing
Helo Lampung

Kandang jebakan telah tetpasang ( Foto Kolase Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Tim Rescue Harimau Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor bersama pihak terkait dan warga telah memasang kandang perangkap harimau di titik perlintasannya, Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Sabtu (16/3/2024).

Kandang perangkap yang terbuat dari kayu berisi kambing dan diberi kamuflase tumbuh-tumbuhan agar tak tampak seperti kandang perangkap. Kandang perangkap sebelumnya yang terbuat dari besi sama sekali tak disentuh harimau.

undefined

"Cara kerja kandang perangkap berukuran 4X1X1 meter sama cara kerjanya, hanya beda dibahan pembuatannya," kata Apriyan Sucipto yang menjadi tim pendukung kepada Helo Lampung dari tengah ladang kopi kawasan.

Posko Tim Pemantau ada dua yang masing-masing berjarak 500 meter dari kandang perangkap. Apriyan Sucipto bermotto "Pantang Pulang Sebelum Harimau Tertangkap".

Lima pemburu harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang telah menewaskan dua petani dan satu terluka sudah mulai bekerja di Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Kamis (14/03/2024).

Mereka terdiri dari empat anggota Tim Rescue Harimau Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor yang diundang pihak TNBBS dan seorang pawang harimau dari Ciamis, Jawa Barat yang diundang anggota DPR RI Mukhlis Basri.

TSI Bogor terdiri dari sniper (penembak obat bius), pawang harimau (pakar telepati harimau), ahli peta, dan dokter hewan. Pawang dari Ciamis bernama Abah Ajid berpengalaman menaklulan tiga harimau pada tahun 180-an di kawasan Kebun Tebu, Sumberjaya, Kabupaten Lampung Barat.

Salah seorang anggota TSI Bogor juga pernah berpengalaman menangani beberapa konflik manusia dengan harimau yang salah satunya di Talang 5 dan Kebun Tebu, Sumberjaya,

TSI Bogor didampingi BKSDA Bengkulu-Lampung, Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Mereka telah koordinasi dengan Kapolres Lampung Barat AKBP Ryky Widya Muharam.

Kapolres berharap tim dapat secepatnya menangkap harimau agar tidak kembali memakan korban. Polres Lampung Barat akan membantu pengamanan Tim dalam misi ini, kata Kapolres AKBP Riky Widya Muharam

Dalam menguasai si raja hutan, tim menyiapkan box trap (kandang jebak) terbuat dari kayu dan didesain senatural mungkin. Box trap besi tak efektif karena hewan buas itu tak akan mendekati kandang berbahan logam.

Sniper juga siaga di daerah lintasan sang harimau. Mereka juga meminta masyarakat menjauh dari lokasi kejadian sebagai bagian dari zona teritorial sang pemangsa.

Sebelumnya, bulan lalu, dua petani tewas diterkam harimau di Suoh, Kabupaten Lampung Barat. H-1 Ramadan, Senin (11/3/2024), seorang warga berhasil lolos dari mangsa si raja hutan walau tubuh dan kepalanya ke cakar binatang buas tersebut.

Ada korban lagi, seribuan warga yang berasal dari Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS) membakar PPA Resort Suoh TNBBS Lampung Barat. Selain kantor ludes, 4 sepeda motor dan 1 sepeda motor roda tiga habis terbakar. (HBM)

 -