bjb Kredit Kepemilikan Rumah
Helo Indonesia

Pembagian Lapak Pasar Weleri Mulai Dilakukan

Senin, 4 Maret 2024 19:42
    Bagikan  
Pembagian Lapak Pasar Weleri Mulai Dilakukan

Pedagang tengah mengikuti prosedur undian pembangian kios/los Pasar Weleri. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Para pedagang yang akan berjualan di Pasar Weleri Baru sudah mulai mengikuti prosedur pembagian dan penempatan lapak. Para pedagang yang telah melakukan daftar ulang dan lolos administrasi mulai mendapatkan lokasi lapak yang nantinya akan mereka tempati.

Salah seorang pedagang Pasar Weleri, Heru Ardiansyah mengatakan, setelah mengikuti prosedur yang ditetapkan dirinya mengaku mendapatkan lokasi jualan di lantai 1 untuk berjualan.

"Ya dapat jatah satu kios di lantai satu. Karena memang dulunya saya jualan di kios depan dilantai satu," katanya.

Baca juga: Kontingen PD Muhammadiyah Kendal Dilepas ke Olympicad 2024 Bandung

Lain halnya dengan pedagang bernama Dewi mengaku kecewa, karena dari 2 los yang sebelumnya dia miliki di Pasar Weleri yang terbakar, kini dirinya hanya mendapatkan 1 los saja.

"Ya bagaimana lagi karena satu nama cuma satu dapatnya," ungkap Dewi.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) Kabupaten Kendal, Toni Ari Wibowo menyatakan, lapak Pasar Weleri tahap 1 saat ini hanya dapat menampung 800 pedagang, dari total 1.800 pedagang sebelumnya. Sehingga pemerintah berupaya agar para pedagang bisa mendapatkan lapak untuk kembali berjualan di Pasar Weleri.

"Kita pastikan pedagang satu dapat satu. Karena kemarin hasil yang daftar ulang itu yang kita lakukan. Syaratnya dengan menunjukkan kartu kepemilikan baik sertifikat maupun kartu kuning," ungkap Toni.

Undian Lapak

Dari hasil daftar ulang tersebut, kemudian dilakukan undian lapak atau lokasi jualan yang telah dilaksanakan sejak 27 Februari - 4 Maret 2024.

Baca juga: Wali Kota Semarang Pastikan Dukung Kemandirian Finansial PDAM Tirta Moedal

"Jadi kita berusaha semaksimal mungkin ada keterbukaan dengan teman-teman pedagang," tandasnya.

Toni menambahkan, hingga saat ini tidak ada gejolak akibat belum meratanya pembagian lapak di Pasar Weleri tahap 1 tersebut. Namun demikian pihaknya mengakui banyak usulan dan masukan dari pedagang terkait pembagian lapak tersebut.

"Karena realita yang ada itu tadinya 1.800 tapi sekarang yang tersedia 800, pastilah teman-teman pinginnya masuk semua, tetapi kan tidak mungkin," imbuh Kepala Disdagkop dan UKM Kendal.

Ia berharap kepada para pedagang yang belum bisa mendapatkan kios atau los agar bersabar sementara waktu. Karena Pemkab Kendal berjanji akan terus berupaya sesegera mungkin melaksanakan pembangunan Pasar Weleri tahap kedua. (Anik)