LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Demikian teriakan spontan Aisha Aulia Danastri Fitriani (10), gadis mungil warga bilangan Gang Teratai, RT 03, Kelurahan Langkapura Baru, Kecamatan Langkapura, Bandarlampung, Sabtu petang, 24 Februari 2024.
Bocah kelas 4 SD ini terlihat cukup panik, mendapati air hujan deras yang mengguyur wilayah Bandarlampung, terus menderas, menggenangi jalan tanah, terus naik seiring debit air hujan yang terus meninggi dan tak tertampung saluran air ala kadarnya.
Jalanan dalam gang berikut kiri kanannya yang meletak menurun, membuat genangan air semakin meninggi. Tak ayal air berhasil masuk ke dalam rumah warga. Beberapa.
Sedikitnya, sembilan rumah, satu bedeng kontrakan empat pintu sejenak terendam air setinggi lutut. "Ya Allah, banjir lagi," teriak Siti, ibu satu anak warga Gang Teratai. Ia bilang ini banjir tahunan.
Warga setempat telah beberapa kali mengusulkan peningkatan kapasitas jalan (pengaspalan) berikut pembangunan drainase ke Pemkot Bandarlampung. Saat ini baru jalan gang tersebut sisi atas yang telah diaspal di-drainase. "Bawah belum," ujar Siti, seraya mengemas barang yang terendam disisihkan ke tempat lebih tinggi, sedapatnya. Hingga warta ini usai disusun pukul 18.03 WIB, banjir belum surut.
Bunda Eva (Walikota Bandarlampung Eva Dwiana), banjir nih Bun! (Muzzamil)
-
