Helo Indonesia

Hanya Superman Tak Terpengaruh Banjir dan Debu Batu Bara di Waylunik

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Senin, 5 Februari 2024 16:44
    Bagikan  
BANJIR
Helo Lampung

BANJIR - Hanya Superman yang gagah tegak berdiri tak terpengaruh banjir dan debu batu bara, yang lain pasrah karena omdo(Foto Hen/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM-- Setiap hujan deras, banjir menggenang beberapa titik jalan di Kota Bandarlampung. Di simpang Jl. Yos Sudarso-KH M. Salim, Panjang, hanya Superman saja yang selalu mantap tegak berdiri walau hujan deras, banjir, dan polusi debu batu bara tiga di kawasan tersebut. 

Sekarang, kondisinya diperparah oleh ceceran baru bara yang diangkut dari stockpile yang salah satunya PT Sentral Mitra Energi (SME). Di kawasan yang dibelah Way Lunik itu, banjir tak dapat diatasi pihak kompeten. "Omdo (omong doang)," ujar seorang pekerja di kawasannya itu.

Jalan utama tempat lalu lalangnya berbagai jenis kendaraan sudah rusak hingga membentuk cerukan tergerus banjir. Kendaraan truk, mobil pribadi, dan sepeda motor harus berlahan-lahan melewati titik banjir agar tak merusak kendaraan dan mengotori warga lainnya.

Satu-satunya yang tegar tak mengeluh adanya banjir rutin dan debu baru bara adalah patung "anakan" Superman yang pas berada di samping papan nama arah ke SDN 1 Way Lunik. Warga, pekerja, dan pengendara yang mengeluh tak kunjung ditanganinya banjir.

Informasi yang diperoleh Helo Lampung, sebelumnya, ada dua kali yang menuju ke Sungai Way Lunik. Tapi, satu kali ditutup buat bangun tempat penampungan batu bara. "Tinggal satu kali yang sejajar Jl. M. Salim. Makanya sering banjir," katanya.

"Kasian sama yang tinggal di belakang. Pernah banjir besar, mereka terpaksa jebol dinding kantor, habis barang-barang pekerja di mess kena banjir," katanya kepada Helo Lampung, Senin (5/2/2024).
 
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, setidaknya ada enam titik rawan banjir di Kota Bandarlampung, selain kawasan (1) Way Lunik, titik banjir di (2) Kelurahan Nunyai dan Rajabasa Induk, Kecamatan Rajabaa.

Lalu, (3) Gang Lambang, Kelurahan Kedaton, Kecamatan Labuhan. (4) Gang Jagal, Jalan Ridwan Rais, Kecamatan Kedamaian (5) Kampung Kerawang dan Kampung Balok, Kelurahan Garuntang, (6) Jalan H. Syahri, SDN1 Jagabaya 3, Kecamatan Wayhalim.

Menurut Kabid Pencegahan dan Kesiagapan BPBD Bandarlampung Sarkoni, meskipun keenam titik tersebut rawan banjir, namun intensitas airnya hanya berupa genangan yang segera menyusut beberapa jam kemudian.

Dia mengatakan siapkan tiga pleton yang masing-masing tiap pleton berjumlah 26 personel untuk menghadapi bencana hidrometeorologi. Mereka siaga 24 jam selama musim hujan ini. (HBM)

 - 

Tags