Helo Indonesia

Semarang Zoo Masih Kumuh, Mbak Ita Minta Pengelola Berbenah

Kamis, 21 Desember 2023 06:26
    Bagikan  
Semarang Zoo Masih Kumuh, Mbak Ita Minta Pengelola Berbenah

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu. Foto: Dok

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM -Manajemen Semarang Zoo (Taman Satwa Mangkang Semarang) diminta siap berbenah, khususnya menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dengan berbenah lebih baik, wisatawan akan lebih nyaman dan senang saat berkunjung.

"Pengelolaan Semarang Zoo di bawah BUMD, sehingga mereka mengelola cash flow-nya sendiri, seperti Standar Operasional (SOP) masuk dan perawatan. Apalagi banyak binatang buasnya. Semarang Zoo harus siap berbenah, agar wisawatan lebih nyaman dan senang saat berkunjung," ujar Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Rabu (20/12/2023).

Mbak Ita- sapaan akrab Wali Kota Semarang, menyadari di Semarang Zoo masih perlu banyak pembenahan. Semarang Zoo ini masih separo-separo (pembangunan-red), sehingga membuat pengunjung kurang nyaman. Selain itu, masih ditemukan tempat kumuh dan perlu pembenahan utamanya shelter UMKM.

"Kita harus memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat agar mereka tidak kapok dan berkali-kali akan 'getuk tular' datang ke sini," terangnya, seraya menyampaikan akses ke Semarang Zoo semakin mudah untuk pengunjung baik dari dalam kota maupun luar kota, ditambah ada pintu exit tol di dekatnya.

Nataru

Mbak Ita, kemarin melakukan pemantauan kesiapan menyambut Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sejumlah lokasi mulai dari Pasar Tradisional, Toko Retail, Exit Tol, Bandara hingga Pelabuhan jadi sasaran pemantauan.

"Termasuk di Semarang Zoo atau Taman Satwa Mangkang Semarang. Ini sudah memasuki libur sekolah sekaligus libur Nataru, persiapan-persiapan itu harus dimaksimalkan," katanya.

Pada saat pemantauan tersebut, Mbak Ita juga mewanti-wanti para pedagang agar tidak 'mremo' atau mematok harga lebih tinggi dari biasanya, pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Wali Kota meminta di libur Nataru, pedagang memasang harga seperti biasanya.

Menurutnya, budaya 'mremo' pedagang saat ramai liburan justru bisa mematikan usahanya sendiri. "Saya mengimbau pedagang khususnya pedagang makanan atau kuliner jangan 'mremo'. Kalau seperti itu bisa viral, daerahnya jelek dan membuat orang tidak mau datang lagi," kata Mbak Ita.

Tak hanya imbauan untuk para pedagang, Mbak Ita juga menyentil para tukang parkir yang kerap seenaknya menaikkan biaya parkir. "Termasuk juga parkirnya, jangan mremo," ujar Mbak Ita. (ADE)