Helo Indonesia

Pemkot Semarang Terus Upayakan Penuhi Hak Penyandang Disabilitas

Minggu, 10 Desember 2023 18:46
    Bagikan  
Pemkot Semarang Terus Upayakan Penuhi Hak Penyandang Disabilitas

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menghadiri acara Hari Disabilitas Internasional 2023 di Kantor Dinsos Jateng

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebut pemerintah terus berupaya memenuhi hak-hak penyandang disabilitas di Kota Semarang.

Salah satunya dengan memberikan ruang dan pemberdayaan di bidang kesenian melalui pameran lukis di ruang publik, hingga kerjasama bidang peningkatan ekonomi.

Hal ini disampaikan Mbak Ita, sapaan akrabnya usai acara Hari Disabilitas Internasional 2023 yang berlangsung di Kantor Dinsos Jateng, Minggu 10 Desember 2023.

Baca juga: Diseting Tak Saling Sanggah, Debat Capres-Cawapres Bakal Ngga Seru

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak bertalenta khusus memperlihatkan karya lukisan terbaiknya. Mbak Ita mengunjungi satu persatu stand lukisan, ia tampak terharu dan bangga melihat karya anak-anak bertalenta tersebut.

"Sangat terharu dan bangga. Sisi lain kekurangan mereka, ternyata mereka punya banyak kelebihan, buktinya anak-anak bisa melukis dengan luar biasa," ujarnya.

Menurutnya, potensi yang dimiliki anak-anak bertalenta khusus ini harus dipamerkan di tempat terbuka, agar masyarakat tahu karya-karya mereka.

"Kegiatan semacam pameran bisa diadakan di Balai Kota atau Kota Lama Semarang. Akan lebih bagus lagi kalau lukisan anak-anak spesial ini bisa dipajang di Car Free Night Kota Lama. Jika laku terjual, ini bisa jadi penyemangat bagi anak-anak ini," katanya.

Dirinya berharap dinas-dinas dan instansi terkait bisa melibatkan kaum disabilitas dalam segala kegiatan. "Mereka punya hak yang sama," ujarnya.

Baca juga: Soroti Masalah Hukum, Mahfud MD : Orang kuat dibeking pejabat korup agar kasusnya ditutup

Tak hanya itu, dari sisi peningkatan ekonomi, Pemkot Semarang juga berupaya memberi dukungan kepada para penyandang disabilitas.

"Bak gayung bersambut, ternyata Rumah Difabel punya toko sembako. Kami akan memfasilitasi agar Rumah Difabel bisa bekerja sama dengan BUMP (Badan Usaha Milik Petani) yang mungkin nantinya bisa memasok sembako dengan harga lebih murah kepada mereka," jelasnya.

Selama ini, lanjut Mbak Ita, Rumah Difabel ini memasok kebutuhan tokonya dari toko retail, sehingga harganya cukup tinggi.

"Kalau semakin murah kan keuntungannya semakin tinggi, sehingga keuntungan itu bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan dan pengembangan rumah difabel itu. Kami ke depan akan fasilitasi Toko TPID bagi Difabel," tuturnya.
Kurang Ramah
Mbak Ita mengakui, selama ini banyak fasilitas di sejumlah kantor yang kurang ramah terhadap difabel.

Baca juga: Debat Pertama Angkat Tema Korupsi, Pengamat : Posisi Anies Bakal Tidak Aman

''Saya lihat ada beberapa tempat atau pelayanan di dinas maupun Balai Kota Semarang yang sebagian belum ramah difabel. Namun di 2024 kami berencana untuk merenovasi tempat yang masih banyak tangga, dengan akses difabel yang memudahkan mereka," imbuhnya.

Harapannya, semua sektor lebih inklusif membantu penyandang disabilitas mandiri. Seperti di antaranya infrastruktur yang ramah dan pemenuhan satu persen tenaga kerja dari unsur disabilitas.

Sementara itu, Founder Roemah Difable Kota Semarang, Noviana Dibyantari berharap agar para penyandang disabilitas lebih memiliki keinginan dalam kemandirian keuangan melalui usaha maupun bekerja.

Melalui peringatan Hari Disabilitas Internasional ini sejumlah kegiatan juga telah dilaksanakan untuk mendukung itu. Seperti pameran lukisan, fesyen, hingga pentas seni yang dilakukan oleh penyandang disabilitas dari berbagai komunitas.

“Ada harapan besar yang muncul bagi penyandang disabilitas di hari Disabilitas Internasional 2023. Yakni soal pemenuhan infrastruktur fasilitas umum yang lebih ramah, pemenuhan satu persen tenaga kerja di perusahaan maupun instansi pemerintah,” kata Novi. (Aji)