SALATIGA, HELOINDONESIA.COM -KONI Jawa Tengah meminta cabang olahraga (cabor) tinju mempertahankan medali emas yang diraihnya pada PON XXI Papua 2021 lalu. Di PON Papua lalu, cabor tinju Jateng menerjunkan tiga petinju. Dari tiga petinju yang turun, satu medali emas berhasil diraih atas nama Willys Boy Riripoy yang turun di kelas berat (91 kg).
Di PON Aceh-Sumut 2024 ini, cabor tinju berkekuatan empat atlet. Kendati hanya akan menerjunkan empat petinju, Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana tetap meminta, minimal satu medali emas dikontribusikan kepada Kontingen Jateng.
“Kami yakin, cabor tinju memiliki kans untuk mempertahankan satu medali emas saat PON Aceh-Sumut. Dengan materi petinju yang ada, dan keseriusan Pelatda Sentralisasi yang dilakukan Pengprov Pertina Jateng, kami yakin target tersebut akan terealisasi,’’ ujar Bona, saat melakukan Monev di , tempat Pelatda Sentralisasi, pekan lalu.
Monev ketua umum KONI Jateng didampingi Sekretaris Umum KONI Jateng, Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran Handoyo DW, dua staf Binpres Abdul Ghoni dan Indawati. Dari Pengprov Pertina, hadir Ketua Harian Sudarsono, Manajer Tim Danang Adhi Kusuma, pelatih Puspita Aprilia dan Agus Triyono. Hadir juga BAI Sri Busono dan Kabid Litbang Dr Mugiyo Hartono.
Aura Juara
Bona juga menyebut, tempat Pelatda Sentralisasi di Sasana Schreuder Salatiga memiliki aura juara. Di mana sasana tersebut telah melahirkan atlet-atlet juara dari beberapa cabang olahraga. ‘’Tempat ini sangat nyaman dan aura juara sangat jelas. Termasuk cabor tinju saat Pelatda jelang PON Papua juga pelatda di sini dan melahirkan juara,’’ tambah mantan atlet karate tersebut.
Dihayakinkan Bona, dengan empat petinju dan dua sparing partner yang menjalani Pelatda Sentralisasi, cabor tinju akan meraih hasil maksimal. ‘’Apakah kalian siap untuk menjadi juara?’’tanya Bona yang dijawab atlet dan pelatih, siap.
Pelatih adalah orang tuan kalian, maka selama di Pelatda Sentralisasi semua program dan instruksi pelatih harus diikuti dengan seksama oleh para atlet. “Jangan sampai meninggalkan program, ikuti istruksi kalian. Kepada para pelatih, kami ucapkan banyak terima kasih atas dedikasinya,’’ tandas Bona.
Sementara itu Ketua Harian Pengprov Pertina Jateng Sudarsono menyatakan, cabor tinju masuk kategori III A, kendati di PON Papua berhasil meraih medali emas. Kuota untuk Pelatda Sentralisasi hanya empat bulan. Namun ketua Pengprov Pertina Jateng mengambil keputusan Pelatda Sentralisasi digelar mulai Bulan April, artinya Pelatda dilakukan enam bulan.
‘’Jika Pelatda kami hanya empat bulan, sangat tidak mungkin bisa meraih medali emas. Kami butuh kebersamaan dan peningkatan skiil para petinju. Semoga dengan penambahan durasi para atlet semakin matang dalam perisiapaanya menhnjelang.
Berikut nama-nama petinju Pelatda Jateng. 1. Ari Marsiana (kelas 66 kg), asal Banyumas, 2. Burhanudin Aduraf (kelas 75 kg) asal Pati, 3. Sylvania Fathurohman Putri (kelas 54 kg) asal Kabupaten Magelang, 4. Muhammad Irfan (kelas 57 kg) asal Banjarnegara. (ADE).
