Helo Indonesia

Tak Hanya Seruit, Masih Ada Cecek Kulit Kerbau, Bubur Bakung, Dll

Herman Batin Mangku - Ragam -> Makanan
Selasa, 18 Juni 2024 11:41
    Bagikan  
KULINER
Helo Lampung

KULINER - Kumpulan Resep Masakan Tradisional. Hj. Indeman

Oleh Anshori Djausal*

MAKANAN favorit khas Lampung, khususnya Menggala, ternyata tak hanya seruit yang memang bisa bikin lidah bergoyang, ternyata ada pangganan tradisional warisan nenek moyang yang tak kalah sedap namun belum banyak yang tahu.

Ada yang pernah mendengar makanan cecek kulit kerbau, bubur bakung, belebuk batin, kelutuk, bubur bakung, sambel goreng menggala? Nama-nama tersebut adalah nama masakan atau menu khas tradisional Lampung.

undefined

Anak-anak milenial apa lagi Gen-Z kemungkinan besar asing dengan nama-nama makanan tersebut. Tapi, bagi saya yang lahir tahun '50-an, makanan-makanan tersebut tak hanya bikin sedap di lidah, tapi juga bikin kangen.

Bagi saya, mendengar kembali masakan-masakan tersebut, saya teringat dengan masakan nenek saya yang berasal dari Menggala ketika masih kecil seperti cecek kulit kerbau.

Bersyukur, kita tak kehilangan jejaknya, Almarhum Hj. Indeman Susunan binti H. Moersid yang wafat pada tanggal 8 Januari 2001 (13 Syawal 1421) meninggalkan catatan resep masakan-masakan khas Lampung.

undefined

Saya mendapatkannya pada peringatan 40 tahum wafatnya almarhum berupa buku kecil berjudul Kumpulan Resep Masakan Tradisional. Hj. Indeman lahir di Menggala, 21 April 2021.

Dalam buku kecil terbit tahun 2001 yang dipersembahkan keluarga almarhum merinci bahan, persiapan mengolahnya, cara memprosesnya, hingga foto-foto dengan penyajian yang tak kalah keren dengan masakan-masakan restoran mewah.

Hj. Indeman Susunan memang tokoh kuliner Lampung yang sangat mumpuni pada masanya. Beliau ibunda tercinta dari senior saya Dr. Ir. Dirwansyah Sesunan.

Buku ini sudah lama saya cari dan alhamdullilah ketemu, buku 20 tahun lebih lalu.

Menurut saya buku ini penting, dari 83 resep makanan terselip beberapa makanan yang saya suka dan mengingatkan pada masakan nenek saya itu yang sangat pantas diketahui juga oleh penggemar kuliner khususnya Lampung.

Baik juga buku diterbitkan kembali sebagai amal jariah almarhum tentu saja atas izin keluarga. Ada beberapa menu atau resep dapat diperkenalkan kembali untuk menjadi bagian dari wisata kuliner yang sangat berkembang di Lampung.

Menu lokal harus muncul agar tidak hilang oleh banyaknya makanan yang berasal dari luar Lampung, malahan luar negeri. Amiiin.

Pemprov Lampung harus memunculkan kembali festival kuliner pengolahan-pengolahan makanan tradisional yang sudah langka sebagai kekayaan budaya daerah ini.

Biar tak penasaran menunggu resep dan festival kulinernya, saya kutip cecek kulit kerbau agar membayangkan lebih dulu cara memprosesnya dan betapa sedapnya dilumat di lidah.

Bahan makanan ini adalah kulit kerbau yang telah direbus, dipotong kecil-kecil lalu diaduk dengan kelapa parut yang telah diberi bumbu-bumbu gemas. Kelapanya tak dijadikan santan, hanya dikukus sebentar.

Tabik pun
* Budayawan Lampung

 -