Helo Indonesia

BEM FEB Unila Akan Aksi Sambut Zulhas dan Erick Tohir di GSG Unila

Herman Batin Mangku - Lain-lain
Rabu, 20 September 2023 00:15
    Bagikan  
Seruan aksi BEM FEB Unila (Foto Screenshot video/Helo)
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi d

Seruan aksi BEM FEB Unila (Foto Screenshot video/Helo) -

LAMPUNG,HELOINDONESIA.COM -- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila) mengajak semua mahasiswa aksi "Save Unila" saat kuliah umum yang direncanakan dihadiri dua menteri di GSG Unila, Rabu (20/9/2023).

Gubernur BEM FAB Unila M. Reza Pratama mengatakan pimpinan Rektorat Unila hari ini telah merampas kebebasan akademik mahasiswa. "Catatan merah bagi kampus, save Unila," ujarnya kepada Helo Indonesia Lampung, Selasa malam (19/9/2023).

"Marilah bersatu sebagai mahasiswa yang peduli terhadap kebebasan berorganisasi!” ajaknya lewat pesan berantai whatsapp, Instagram BEM, dan status WA M. Reza Pratama. Dia mengatakan kecewa Rocky Gerung dan kawan-kawan tak boleh diskusi publik.

Sedang dua menteri, katanya, dirinya kecewa dengan pihak rektorat Unila dan dekanat FEB yang ternyata tak imparsial, bahkan memberikan panggung kepada Men-BUMN Erick Thohir dan Menperindag Zulkifli Hasan (Zulhas)," kata Reza.

"Rektorat menyambut kedatangan dua mentri untuk mengisi kuliah umum di GSG tidak dipermasalahkan, sedangkan kami kemarin mendatangkan Rocky Gerung ditolak habis-habisan," kata Reza.

Maka dari itu, dia akan mengelar aksi damai besok sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa. "Hak kami direbut dan akan kami sampaikan dengan lantang lewat oasi-orasi di pelataran GSG," katanya.

"Kami atas nama BEM FEB Unila akan terus berjuang memperjuangkan hak kami sebagai mahasiswa menyampai pendapat, bertukar pikirin mengadu gagasan dan menambah wawasan bukan semena-mena seperti ini," tansas Reza.

"Kami menentang larangan yang menghambat perkembangan organisasi mahasiswa. Bersama-sama, kita dapat membuat suara kami didengar dan mendukung hak kami untuk bergerak menuju masa depan yang lebih terbuka dan inklusif," turupnya.(Wildan) 

--