HELOINDONESIA.COM - Perut buncit menjadi ciri orang yang mengalami kelebihan berat badan atau kegemukan. Tidak hanya merusak penampilan, memiliki perut buncit ternyata beresiko mendatangkan penyakit.
Kegemukan atau obesitas dapat memicu perubahan metabolisme dan Hormon. Selain itu dapat menyebabkan ketegangan pada otot dan organ.
Berikut adalah enam kondisi yang dikaitkan dengan lemak pada perut buncit.
Asma
Beberapa penelitian telah menemukan hubungan antara ukuran perut yang besar dan risiko asma, bahkan pada orang yang memiliki berat badan normal secara keseluruhan. Memiliki lebih banyak lemak di rongga perut dapat mempersulit paru-paru untuk mengambil oksigen yang diperlukan.
Baca juga: Manfaat Fenugreek atau Kelabat untuk ASI dan Risiko Efek Sampingnya
Kanker
Penelitian telah menghubungkan orang yang memiliki terlalu banyak lemak perut dengan risiko yang lebih besar untuk kanker tertentu. Studi menemukan bahwa wanita yang lingkar pinggangnya sama dengan pinggulnya empat kali lebih mungkin terkena kanker payudara dibandingkan dengan wanita dengan pinggang yang lebih kecil.
Diabetes
Selalu ada hubungan erat antara terlalu banyak lemak di sekitar perut dan risiko terkena diabetes tipe 2. Salah satu alasannya mungkin karena lemak visceral menghasilkan sitokin, yang merupakan bahan kimia sistem kekebalan yang berbahaya yang dapat membuat sel kurang sensitif terhadap efek insulin yang mengatur gula darah.
Tekanan darah tinggi
Sitokin yang diprodiksi oleh lemak visceral tidak hanya mempengaruhi kadar insulin, tetapi juga dapat mempengaruhi kemampuan sel untuk mengatur tekanan darah.
Baca juga: 4 Anak Ditemukan Hidup di Hutan Amazon, 2 Minggu Usai Pesawat yang Mereka Tumpangi Jatuh
Menurut sebuah penelitian, ditemukan bahwa hanya 5 persen peningkatan lingkar berat badan yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi sebesar 34 persen untuk pria dan 28 persen untuk wanita, mengutip Live Strong.
Serangan jantung
Umumnya, memiliki terlalu banyak lemak dalam tubuh dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Tapi lemak perut mungkin sangat berbahaya karena memompa keluar asam lemak yang memberi sinyal pada hati untuk memproduksi lebih banyak kolesterol jahat dan lebih sedikit kolesterol baik.
Sebuah studi menenukan bahwa orang dewasa yang membawa lebih banyak berat badan di sekitar bagian tengah tubuh lebih mungkin mengalami serangan jantung dibandingkan dengan mereka yang berat badannya lebih tinggi secara keseluruhan.
Demensia
Terlalu banyak lemak di perut juga dapat mempengaruhi fungsi otak. Sebuah studi menemukan bahwa lingkar pinggang lebih besar dari 35 inci untuk pria dan 33 inci untuk wanita dikaitkan dengan risiko demensia yang jauh lebih tinggi, terlepas dari hal-hal seperti usia, BMI, tekanan darah, kolesterol, kesehatan hati atau faktor gaya hidup lainnya. Hal ini bisa jadi karena kemampuan lemak visceral untuk meningkatkan peradangan di seluruh tubuh, menurut para peneliti. AStudi lainnya menemukan bahwa terlalu banyak lemak perut dapat melipatgandakan risiko kanker kolorektal.
