Helo Indonesia

Nyamuk Aedes Aegypti Mulai Serang Warga Wayjepara, 3 Terkapar

Herman Batin Mangku - Ragam -> Kesehatan
Kamis, 18 Januari 2024 11:15
    Bagikan  
DBD
Helo Lampung

DBD - Seorang pasien DBD yang dirawat di Puskesmas Wayjepara (Foto Khairuddin/Helo)

LAMPUNG, HELO.INDONESIA.COM -- Nyamuk Aedes aegypti pembawa virus dengue yang menyebabkan penyakit demam berdarah dengue (DBD) mulai menyerang warga Kecamatan Wayjepara, Kabupaten Lampung Timur.

Pemantauan Helo Indonesia Lampung di Puskesmas Wayjepara, Kamis (18/1/2024), ada tiga warga terkapar kena DBD asal Desa Braja Sakti dan Desa Labuhanratu. Sebelum dirawat, merek mengalami pusing dan demam tinggi.

Satu penderita tak sadarkan diri dan sering mengigau. "Sebelum saya bawa ke puskesmas, anak saya dua hari di rumah mengalami demam sangat tinggi,"ujar Agus, orangtua salah seorang pasien.

Menurut Kepala Puskesmas Wayjepara Munawar, memasuki musim penghujan, warga hendaknya waspada dan menjaga lingkungan selalu bersih. Warga juga diminta rutin menguras bak kamar mandi, mengubur bahan bekas serta membuang air tergenang.

Sebab, nyamuk Aedes aegypti mudah berkembang biak pada air bersih yang tergenang. "Kami mengimbau warga agar selalu waspada dan menjaga kebersihan lingkungan," kata Munawar.

Kasi Trantib Kecamatan Wayjepara yang juga Kepala Desa Labuhanratu Dua Sopiyan Effendi mengatakan, guna mengantisipasi wabah atau virus nyamuk berbahaya itu pihak telah melakukan pengasapan (foging) di beberapa dusun.

Foging akan terus dilaksanakan di enam dusun desa setempat. "Selain foging di desa saya, mudah- mudahan desa lain melakukan hal serupa. Apalagi saat ini hujan terus mengguyur," ujar Kades Sopiyan.

Beberapa tahun silam, sejumlah penderita DBD meninggal dunia di Kecamatan Wayjepara. Oleh sebab itu, warga selalu waspada dan segera berobat bila mengalami gejala DBD

Selain Kecamatan Wayjepara yang termasuk kecamatan endemi DBD, Kecamatan Bandarsribhawono beberapa tahun silam juga termasuk endemi DBD dan sejumlah warga harus mendapat perawatan.

"Kita berharap jangan sampai ada korban nyawa akibat DBD. Oleh sebab itu warga diminta waspada dan segera berobat bila mengalami gejala DBD," pungkas Sopiyan.
(Khairuddin)


 -