Helo Indonesia

Unik, Keluarga di Desa Berpenduduk Seribu Orang, Bikin Klub Sepak Bola Jadi Juara Liga Palestina

Winoto Anung - Internasional
Kamis, 15 Juni 2023 14:18
    Bagikan  
Taraji Wadi al-Nes
Tangkapan layar / ALjazeera

Taraji Wadi al-Nes - Klub sepak bola Taraji Wadi al-Nes, yang ebrasal dari desa kecil, muncul jadi juara Liga Palestina, (Foto: tangkapan layar /ALjazeera)

HELOINDONESIA.COM - Fakta unik, Desa Wadi al-Nes adalah desa terpencil, desa tak dikenal. Letaknya di atas bukit di sekatan Betlehem. Desa ini berpenduduk kurang dari seribu orang. Tapi mampu memunculkan klub yang jadi juara Liga Palestina.

Desa Wadi al-Nes terjepit di antara tembok pemisah Israel dan pemukiman ilegal Israel. Jumlah penduduk yang kecil tersebut sudah termasuk ratusan anak laki-laki yang tidak punya pekerjaan lain selain bermain sepak bola jalanan.

Adalah satu keluarga yang punya pikiran membuat klub. Sungguh keluarga di balik klub sepak bola Palestina yang unik. Dari keluarga ini lahir klub sepak bola yang menjuarai Liga Palestina, liga premiernya.

Klub sepak bola desa kecil ini berjuang dari bawah untuk menjadi juara Liga Utama Palestina.

Baca juga: MK Tolak Permohonan Sistem Pemilu Tertutup, Sistem Proporsional Terbuka Tetap Berlaku

Adalah Yousef Abuhammad, kepala keluarga desa tersebut, yang punya pikiran mendirikan sebuah klub sepak bola bernama Taraji Wadi al-Nes pada tahun 1984, dia tidak tahu bahwa desa kecilnya akan terpampang di peta regional.

Dia memiliki 12 putra yang semuanya bermain untuk tim yang berhasil naik ke liga yang lebih rendah untuk menjadi juara Liga Utama Palestina.

Dalam video yang diunggah Aljazeera, para pemain klub Wadi al-Nes itu tampak riang, Dan mereka banyak berdoa: Kami berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan dan dari kesedihan dan kemalangan,” ucap salah satu pemain dalam rombongan tim.

Dia juga mengatakan keinginannya untuk tetap bertahan di posisi tertinggi di Liga Palestina. “Saya harap kami mempertahankan posisi kami di puncak. Tim kami dihormati oleh semua fans Palestina,” ujar pemain itu.

Baca juga: Ngaku Menghormati, Denny Indrayana Harapkan Putusan MK Tidak untuk Sekelompok Kekuatan Politik

Warga di desa Wadi el-Nes adalah pendukung utama mereka, baik laki-laki maupun perempuan, tua muda, semua mendukung dan ada rasa memiliki.

“Tuhanku memudahkan mereka dan memberkati mereka dengan kemenangan. Jauhi masalah dan hormati pemain lain. Bermain dengan fokus dan semoga selalu menjadi pemenang,” ujar seorang ibu tua di desa itu.

Walhasil klub dari desa kecil itu tumbuh hebat. Klub Taraji Wadi al-Nes yang berdiri pada tahun 1984 oleh seorang petani Palestina bernama Yousef Abuhammad, mampu jadi juara nasional.

Setelah berjuang dari dari bawah, Taraji Wadi al-Nes muncjul menjadi Juara Liga Utama Palestina pada tahun 2000, 2009, dan 2014. (*)

(Winoto Anung)