Helo Indonesia

Novel Baswedan Sebut Pimpinan KPK Sudah Rusak, Kotor Pula, Netizen: Terburuk Sepanjang Masa

Sabtu, 29 Juli 2023 12:24
    Bagikan  
Johanes Tanak
tangkapan layar

Johanes Tanak - Johanes Tanak, Wakil Ketua KPK. (foto: Tangkapan Layar)

HELOINDONESIA.COM - Kondisi KPK makin memprihatinkan, itu banyak diungkapkan berbagai pihak. Ini setelah penanganan kasus Kabasarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi, KPK mengaku khilaf dan minta maaf ke TNI. Lalu pimpinan KPK menyalahkan penyelidik dan penyidik.

Melihat kondisi dan kelakuan mereka itu, eks penyidik KPK Novel Baswedan menyebut pimpinan KPK sekarang sudah rusak, kotor pula. Kalau istilah netizen, 5 pimpinan KPK terburuk sepanjang masa.

Novel Baswedan menyoroti kinerja Ketua KPK Firli Bahuri. Menurutnya, Firli orang bermasalah, selain itu juga melarikan diri kalau menghadapi kondisi sulit.

“Firli ini selain bermasalah, dia juga punya “Ilmu Ninja”, akan menghilang disaat sulit. Lalu KPK mau tangani kasus2 mudah saja?” kata Novel Baswedan di Twitter.

Baca juga: Viral! Aksi Emak-emak di Riau Bakar Kafe Remang-remang, Kecam Video Pasangan Joget Erotis

Dia menilai, kondisi di KPK sekarang kalau untuk pemberantasan korupsi, berat. Sebab, dia memberi perumpamaan, tidak mungkin membersihkan lantai dengan sapu kotor. “Pimpinan KPK skrg ini, ibarat sapu sudahlah Rusak, Kotor pula,” tulis Novel lagi dengan akun @nazaqistsha.

Pandangan Novel ini terkait dengan kejadian di KPK yang membuat semua pihak mengelus dada. Ini setelah KPK minta maaf ke TNI karena telah menetapkan Marsdya TNI Henri Alfiandi sebagai tersangka dalam kasus suap.

KPK mengaku khilaf dalam penanganan perwira tinggi TNI itu, karena dari pihak TNI menyatakan KPK tidak punya wewenang menangani perwira militer aktif. TNI punya aturan sendiri.

Baca juga: Ray Rangkuti Sebut Ketum Golkar Airlangga Diterpa Serangan Dari Lingkungan Istana

Melihat kondisi di KPK tersebut, seorang netizen dengan akun @niwseir mengatakan, penyidik KPK tidak salah. Dirinya sudah sering ngomong but I'll say again: 5 orang ini adalah pimpinan KPK terburuk sepanjang masa.

“Baru kali ini KPK cuci tangan menyalahkan penyelidik atas penyelidikan yang DIPERINTAHKAN oleh mereka sendiri,” ujarnya.

Adapun mantan anggota DPR Akbar Faisal melihat sudut pandang lain, yakni soal perwira tinggi militer yang juga Kabasarnas dan TNI mengaku keberatan soal penangkapan oleh KPK, yang disebut melebihi kewenangannya.

Baca juga: Gagal Tembus Final Jepang Open 2023, Fajar/Rian Ditumbangkan Peraih Medali Emas Olimpiade

Akbar Faisal bertanya balik, kewenangan apa kok boleh ngentit 10 persen proyek di lembaganya tersebut (Basarnas (Badan SAR Nasional).

“Tuan Marsekal bin Basarnas itu keberatan ditangkap KPK dgn bahasa 'KPK melebihi wewenangnya'. Sayangnya tuan ini gak pernah bertanya pada dirinya wewenang dr mana dia merasa boleh ngentit 10% proyek di lembaganya,” tulis Akbar Faizal di Twitter dengan akun @akbarfaizal68. (*)

(Winoto Anung)