HELOINDONESIA.COM - Brigjen Endar Priantoro telah kembali bekerja di KPK, sebagai Direktur Penyelidikan, setelah sekian lama dirinya dicopot oleh Ketua KPK Firli Bahuri. Posisinya sempat terombang-ambing antara di Polri atau di KPK hingga menimbulkan kisruh antar kedua Lembaga.
Kini setelah bekerja kembali di KPK, Brigjen Endar Priantoro menyebut nama Presiden Jokowi dan juga tokoh PDIP Azwar Anas, yang tak lain adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).
Brigjen Endar menyebut nama Presiden Jokowi untuk mengucapkan terima kasih, demikian halnya kepada Menpan RB Azwar Anas. Karena Presiden Jokowi dan Menpan RB itu yang telah mengabulkan keberatannya atas pencopotan dirinya selaku Direktur Penyelidikan KPK oleh Ketua KPK Firli Bahuri.
“Perlu saya sampaikan, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden RI,” kata Endar saat keluar dari Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu 5 Juli.
Baca juga: Mark Zuckerberg Siap Luncurkan Threads Sebagai Pesaing Twitter Milik Elon Musk
Selain kepada keduanya, Brigjen Endar Priantoro juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurut dia, ketiga pejabat tersebut telah memberinya ruang untuk bisa kembali ke KPK dipercaya sebagai Direktur Penyelidikan , sebagaimana dulu sebelum dipecat Firli Bahuri.
“Saya sampaikan kemarin-kemarin melalui banding administrasi, kemudian disampaikan ke Menpan-RB untuk memproses itu. Dan Menpan-RB merekomendasikan saya kembali ke sini,” jelas dia.
Menurut Brigjen Endar, peran Menteri dari PDIP itu sangat sentral membatalkan surat keputusan (SK) pencopotannya dari KPK yang ditandatangani oleh Firli Bahuri.
“Atas rekomendasi Menpan RB itu, pimpinan KPK melalui sekjen mengeluarkan SK, membatalkan SK yang lama, sehingga saya kembali kesini sebagai direktur penyelidikan,” jelas Brigjen Endar.
Brigjen Endar juga menyatakan dirinya belum menemui pimpinan KPK saat berkunjung ke gedung lembaga antirasuah hari ini.
“Mulai hari ini tentunya saya akan melaksakan tugas kembali sebagai direktur penyelidikan,” ujar Brigjen Endar. (*)
(Winoto Anung)
