Helo Indonesia

Anak Di bawah Umur Dijual Pacarnya, dengan Tarif 300 Ribu Rupiah Lewat Situs Daring

Aris Mohpian Pumuka - Nasional -> Hukum & Kriminal
Rabu, 3 Juli 2024 21:04
    Bagikan  
Prostitusi Daring
heloindonesia

Prostitusi Daring - Anak perempuan di bawah umur, dijual pacarnya lewat situs daring.

JAKARTA, HELOINDONESIA.COM - Modus dijadikan pacar, pelaku menjual korban, yang masih di bawah umur, dijual melalui aplikasi kencan. Sekali kencan, korban berinisial C, usia 17 tahun, dibayar antara Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. 

Eksploitasi anak dalam bidang prostitusi secara daring, berhasil dibongkar polisi. Polisi menangkap dua pria berinisial MA (18) dan MR (20) di Cengkareng, Jakarta Barat. 

"Awalnya, lanjutnya, tersangka MA menyewa sebuah apartemen dua bulan lalu, persisnya pada Rabu (5/6) di wilayah Cengkareng. Dia tinggal bersama kekasihnya, korban C," kata Kapolsek Cengkareng Kompol Hasoloan Situmorang kepada wartawan di Jakarta, pada Rabu (3/7/2024) di Jakarta. 

Kemudian, kata Hasoloan, pihaknya mendapat informasi ada rekaman, berupa video amatir, seorang korban di bawah umur yang dieksploitasi secara seksual. 

Baca juga: Pengemudi Yaris Diduga Kurang Konsentrasi, Tiga Mobil Menabrak Beruntun

"Modus operandinya, tersangka MR lewat aplikasi kencan menjual korban kepada pelanggan untuk booking out (BO)," ujarnya. 

"Mereka mendapatkan bayaran kisaran Rp 200.000 hingga Rp 300.000 untuk sekali kencan. MR mendapat komisi sebesar Rp 50.000 untuk setiap tamu, sedangkan MA dan korban C menggunakan uang tersebut untuk keperluan mereka berdua," kata Kapolsek Cengkareng Kompol Hasoloan Situmorang kepada wartawan di Jakarta, pada Rabu (3/7/2024) di Jakarta. 

Polisi, kata Hasoloan, mendapat informasi ada rekaman, berupa video amatir, seorang korban di bawah umur yang dieksploitasi secara seksual. 

"Modus operandinya, tersangka MR lewat aplikasi kencan menjual korban kepada pelanggan untuk booking out (BO)," ujarnya. 

Baca juga: Cara Alami Mengatasi Demam Tanpa Obat Paling Efektif

Adapun atas perbuatannya, kedua pelaku disangkakan dengan pasal 76i Juncto 88 UURI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman10 tahun penjara. 

Hingga kini, korban sedang berada di rumah aman di bawah pengawasan lembaga terkait, dalam hal ini Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) DKI Jakarta.

"Kondisi korban saat ini ditempatkan di rumah aman, kita bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) P3A. Sudah dapat pendampingan juga sejak awal penanganan," kata Hasoloan.