LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Gagal mengutus anak buah, Lurah akhirnya mengantarkan langsung sekarung beras Bantuan Pangan Badan Pangan Nasional kepada janda tua di RT 06, Lk1, Kelurahan Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Kota Bandarlampung, Sabtu (11/5/2024).
Namun, keluarga Timis Rita Wati (63) yang punya barkot menolak karena bukan persoalan tak diberinya beras tersebut dua hari lalu tapi tentang dugaan penyimpangan pembagian beras. Di kelurahan tetangga, hal ini diduga terjadi juga.
"Kami minta indikasi ini diusut tuntas siapa tahu apa yang terjadi terhadap kakak kami merupakan puncak gunung es dugaan korupsi pembagian beras bantuan pemerintah pusat di lapangan oleh oknum-oknum di bawah," kata Restu (59), adiknya.
Diceritakan kronologisnya, kakaknya penerima beras Bantuan Pangan Badan Pangan Nasional dan sudah memperoleh surat pemberitahuan barkot jatah beras 10 kg per bulan terhitung sejak Januari hingga Juni 2024 dari RT Oman.
Namun, jatah Mei ini, dua hari lalu, Timis Rita Wati tak mendapatkannya alasan pihak kelurahan sudah dialihkan ke kaling. Namun, dikonfirmasi keluarganya, kaling setempat merasa tak menerima beras. Dia punya jatah sendiri.
Setelah masalah ini terungkap lewat media, pihak kelurahan mengutus Kaling 01 Sukajawa Toni dan RT tetangga Febran agar keluarga Timis Rita Wati mau menerima beras Bantuan Pangan Badan Pangan Nasional.
Akhirnya, Lurah Sukajawa datang menemui keluarga Timis Rita Wati agar mau menerima beras Bantuan Pangan Badan Pangan Nasional. Karena tetap ditolak, Lurah akhirnya membawa kembali berasnya.
Di tempat lain, ZN, warga RT 02, Kelurahan Segalamider, lain lagi. Dia beberapa kali telat mengambil jatah berasnya. Terakhir, jatah Mei ini, telat 2 jam, beras raib. Alasan pihak RT dan kelurahan terlambat dan sudah diberikan pihak lain.
"Aneh juga ya, padahal sudah ada barkot, kupon, kok bisa ya main alih, gak bisa telat gitu," katanya yang tak dapat haknya atas Beras Bantuan Pangan Badan Pangan Nasional dua bulan gara-gara telat, Januari, April, Mei ini.
Helo Indonesia berusaha konfirmasi via whatsapp ke RT 06 dan Lurah Sukajawa sejak Jumat (10/4/2024). Namun, walau sudah contreng dua, belum ada tanggapan atas keluhan warga.
Beberapa warga lain juga mengeluhkan berbagai hal lainnya, antara lain pemecatan kaling, sumbangan kematian dari Pemkot Bandarlampung, hingga sumbangan listrik jalan. (HBM)
-
