LAMPUNG,HELO.INDONESIA.COM.--- Usai memasang pengatur arus listrik (kwh), Ar (29) nyaris jadi bulan-bulanan warga Desa Labuharatu VIII, Kecamatan Labuhanratu, Kabupaten Lampung Timur, Sabtu (6/1/2024). Pasalnya, usai pasang Kwh, petugas gadungan itu menguras isi warung konsumen.
Sumber di Polsek Labuhanratu mengatakan, Ar yang tinggal di Kecamatan Labuhanmaringgai mendatangi rumah Suparman di Desa Labuhanratu VIII.
Ar yang mengendarai sepeda motor, mengaku petugas PLN menawarkan jasa ke korban berupa pemasangan Kwh baru. Karena percaya, korban menerima tawaran dan pelaku lalu memasang properti pengatur arus listrik tersebut. Saat pelaku memasang, korban meninggalkan rumah termasuk warung yang ada di depan rumah.
Setelah selesai, Ar bermaksud pamit ke konsumen. Tapi, pemilik rumah tak ada di tempat. Apesnya, sepeda motor pelaku kehabisan bahan bakar. Entah setan mana, tiba-tiba pelaku mengambil beberapa liter bahan bakar yang dipajang korban di depan warung. Tak puas dengan BBM, Ar masuk ke dalam warung dan menggasak puluhan bungkus rokok serta uang di laci sekitar Rp3 juta.
Baca juga: Habis Antar Makan Ayah di Kebun, 2 Putrinya Tewas Tenggelam
Tapi apes, korban memergoki Ar saat akan keluar warung. Tak ayal, korban berteriak maling. Warga yang mendengar teriakan menuju rumah korban. Warga yang tersulut emosi nyaris menghakimi pelaku. Beruntung, aksi itu dapat dicegah dan pelaku diserahkan ke polsek setempat. Guna penyidikan lebih lanjut, Ar kini diamankan di polsek.
Manajer PT.PLN Ranting Matarambaru Ade Arief Prihantoro menyatakan jika Ar bukan petugas PLN. Diduga, Ar adalah pria yang memahami soal listrik. Dengan keterampilannya itu, Ar mendatangi konsumen menawarkan jasa seperti yang menimpa konsumen di Labuhanratu VIII.
"Dia bukan petugas atau pegawai PLN. Mungkin pelaku itu sifatnya freeland yang paham soal listrik,"tegas Ade Arief.
(Khairuddin)
