SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) jenis fashion atau sandang di Jawa Tengah diyakini mampu bersaing di dunia industri asalkan pelakunya mampu mengubah mindset.
Samuel Wattimena, Dewan Pegawas Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan UKM, mengatakan, secara umum sesungguhnya para pelaku UMKM di Jateng yang bergerak di bidang sandang mampu memproduksi karya-karya bagus dengan sentuhan kreativitas.
Sayangnya, kata dia, mereka belum mengubah mindset. Mayoritas dari mereka hanya memproduksi karya sandang seperti rajutan, batik tulis, hanya bersifat iseng, menyalurkan hobi, bukan berorientasi ke dunia industri.
Samuel mengatakan hal tersebut dalam Focus Group Discussion (FGD) yang mengusung tema Pengembangan UMKM Perempuan Bidang Sandang, hasil kerja sama antara Lembaga Pengembang UMKM PWM Jawa Tengah dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, di RM Sako PWM, Semarang, Rabu 19 Juli 2023.
''Karya batik tulis dan rajutan banyak yang mengakui bagus. Tapi mereka gagap begitu ada pesanan dalam jumlah besar, tapi memiliki kualitas yang sama dan terjaga. Karena apa? Mereka berkarya masih sebatas hobi saja, misalnya untuk mengisi waktu luang. Padahal karya mereka layak bersaing di pasar industri,'' tandas perancang mode terkenal di Indonesia tersebut.
Dia juga menilai, pelaku UMKM belum punya wawasan atau punya sesuatu yang bisa mereka tawarkan pada konsumen. Mereka harus bisa mengenali dirinya sendiri, potensi yang dimiliki. Dengan demikian, mereka tak hanya bertahan dengan produk yang dihasilkan, tapi ada diferensiasi dengan produknya yang mampu bersaing di industri.
”Saya berharap, mudah-mudahan jika nanti bertemu lagi, sudah ada perubahan yang mereka lakukan setelah pulang dari FGD ini,” kata The Best Designer se-Asia Pasifik pada acara Fiji Fashion Week Tahun 2013 itu.
Ditambahkan Samuel, yang juga Staf Khusus Kementerian PPPA ini, secara umum mereka belum melihat banyak peluang yang bisa dimasuki atau dijelajahi. Dia menyebut perlunya sebuah kolaborasi dan standardisasi antara kreator ketika misalnya mendapatkan order besar.
”Sekalipun produknya bagus, nggak akan menjadi apa-apa kalau tidak ada kreativitas dan kemauan untuk berkolaborasi. Kolaborasi justru menjadi tren saat ini,'' ujar perancang busana sejumlah artis seperti Ruth Sahanaya, Sherina dll.
Apresiasi
Sementara itu, Ketua PWM Jateng, Dr H Tafsir MAg menyampaikan apresiasinya atas digelarnya FGD ini. Menurut dia, UMKM yang sebagian besar pelakunya adalah perempuan, patut didorong atas semangat yang dipunyainya.
”Selain mengurusi keluarga dan rumah tangga, kaum perempuan ternyata masih mampu untuk berdaya atas usahanya di bidang UMKM,” ungkap dia.
Hadir juga dalam acara ini, Ketua LP UMKM PWM Jateng Khafid Sirotudin, Ketua MEK PW Aisyiyah Jateng Dr Eka Handriani MM, dan sejumlah pelaku UMKM bidang fashion yang ada di wilayah Kota Semarang, Kendal, dan Salatiga. (Aji)
