Helo Indonesia

Jejak Loekman dari Staf Hingga Bupati dan Pimpin Banteng Lamteng

Nabila Putri - Nasional -> Peristiwa
Jumat, 17 November 2023 22:07
    Bagikan  
Jejak Loekman dari Staf Hingga Bupati dan Pimpin Banteng Lamteng

Loekman dan istri (Foto Ist/Helo)

LAMPUNG,HELOINDONESIA.COM -- Berita duka. Kabar belasungkawa datang dari sahibul musibah, keluarga besar eks orang nomor dua dan orang nomor satu di Bumi Jurai Siwo Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng).

Wakil Bupati 2016-2018 produk politik pilkada 2015 pendamping Mustafa yang diberhentikan pascavonis kasus tipikor, lanjut Plt sebelum resmi dilantik sebagai Bupati Lampung Tengah 20 September 2018 hingga 16 Februari 2021 penerus Mustafa, Lukman Djoyosoemarto, tiada.

"Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah, bapak Loekman Djoyosoemarto, mantan Bupati lampung Tengah, pada Jumat 17 November 2023 pukul 17.48 WIB. Mohon dimaafkan atas segala kesalahan almarhum, semoga husnul khotimah. Aamiin," petikan pesan singkat, turut diterima redaksi, Jumat bada magrib.

Baca juga: Wali Kota Eva Dwiana Selesai Lemhanas di Kemendagri Balam

Lukman dilaporkan menghembuskan napas terakhir usai dirawat intensif di Rumah Sakit Urip Sumoharjo, Way Halim Bandarlampung.

Setengah tak percaya, seketika usai baca pesan, redaksi mencoba mengkonfirmasi ke sejumlah kerabat Lukman. Konfirmasi pun diperoleh dari sejawat almarhum semasa hidup, eks Ketua KONI Kabupaten Lampung Tengah, Agus Hamid, pukul 19.21 WIB. "Ya betul pak," pesan singkat Agus Hamid.

Informasinya, jenazah almarhum Lukman akan terlebih dahulu disemayamkan di rumah duka, Jl Flores Nomor 30, Kelurahan Ganjar Agung, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, sebelum dimakamkan.

Pengingat, Lukman ini arek Suroboyo. Lahir di Kota Pahlawan, bungsu lima bersaudara putra dri Djojosumarto. Yakni Munawar, Aji Muhammad Prasetyo, Subroto, Subagyo, dia. Lukman kecil ikut orang tuanya hijrah ke Lampung tahun 1967. Saat itu kelas empat, dia pindah sekolah di SDN 18 Durian Payung (kini SDN 1 Durian Payung, Tanjungkarang Pusat) Bandarlampung.

Baca juga: PAD Balam Sudah Mencapai Rp461 Miliar dari Target Rp620 Miliar


Dia lanjut, kelas 1-2 SMPN 2 Tanjungkarang, kelas 3 hingga lulus di SMP Xaverius Metro. Lanjut SMAN 1 Tanjungkarang, usai lulus dia tambatkan pena di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Tanjungkarang, 1976.

Mimpinya kuliah di UGM dia kubur, lantaran usus buntu yang mendera usai ujian SMA, hingga dia gagal ikut tes masuk perguruan tinggi, kala itu dikenal Sipenmaru.

Dua tahun usai lulus 1981, diterima PNS Lamteng, karir birokrasinya merangkak. Berturut-turut, dari jadi staf kepegawaian, Kepala Subseksi Penetapan Pajak Daerah Dispenda, Kasubbag Pendidikan Agama dan Kebudayaan Bagian Kesra Setdakab Lamteng, staf Dinsos Lamteng, Sekretaris Camat Punggur, Kasubbag Pendapatan Aparat Pemerintahan Desa Bagian Otonomi Kampung Setdakab Lamteng, Camat Terusan Nunyai dan Camat Seputih Agung, lalu Kabag Otonomi Kampung Setdakab.

Kepala Kantor Kesbangpol dan Linmas jadi jabatan terakhirnya sebelum dia mencalon bupati lewat jalur independen pilkada 2010. Gagal balik PNS lagi, Lukman jadi Staf Ahli Bupati sampai prapensiun. Sempat pindah jadi Kadisnaker Kota Bandarlampung era Walikota Herman HN medio 2014, sebelum maju lagi jadi calon Wakil Bupati Lamteng pendamping Mustafa pilkada 2015. Syarat UU, dia mundur dari PNS.

Peruntungan politik almarhum saat duet Mustafa-Lukman, beda hoki saat dia maju mencalon bupati 2021. Duet Lukman-Ilyas saat itu pun legawa akui kemenangan duet Musa-Dito, kepala daerah dan wakil kepala daerah Lmteng, salah satu kabupaten yang terkurung daratan (land lock) di Lampung, seluas 4.559,57 km persegi, berjumlah penduduk 1.373.773 jiwa per 30 Juni 2023, berjarak 57,85 km dari Bandarlampung itu.

Baca juga: Damkarmat Balam Dapat Tambahan 41 Personel Kebakaran


Hingga akhir hayatnya, Lukman ialah Ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Tengah sejak ditugaskan DPP April 2018. Pria supel yang sempat mendirikan stasiun tivi lokal LDS TV medio 2021 berstudio di Jl Cendana Nomor 5 Tanjungsenang, Bandarlampung tersebut, terakhir tercatat sebagai caleg DPRD Lampung Pemilu 2024 dapil Lamteng.

Dalam sejarahnya, Lukman notabene Bupati Lamteng ke-18. Berturut-turut, sejak bupati pertama Burhanuddin Amin 1945-1948, Zainabun Djajanegara 1948-1952, R. Syahri Djajoyo Abdinegoro 1952-1957, Syamsudin Djajamarga 1958-1959, Mohpian Caropeboka 1959-1960, Hasan Basri Darmawijaya 1961-1967, Achmad Sajoeti 1967-1972, Zainal Arifin Djayanegara 1972-1973, dan Imam Praboe 1973-1978.

Berikut, R. Soekirno 1978-1985 (diselingi Plh Bupati Subekti Jayanegara tahun 1985), dua periode Suwardi Ramli 1985-1995, Herman Sanusi 1995-2000, Andy Achmad Sampurnajaya 2000-2005, Syamsi Achmad November 2005- 29 Mei 2008, (sempat Plt Bupati 29 Mei-16 Juni 2008 lalu definitif) Mudiyanto Thoyib Juni 2008-November 2010, Ahmad Pairin 2010-2015, (sempat Plt Bupati Mustafa 2015, Pj Bupati Edarwan 15 November 2015-Februari 2016, Mustafa 17 Februari 201-12 Februari 2018, (sempat jadi Pjs Bupati 12 Februari-20 September 2018 lalu bupati definitif) Lukman Djoyosoemarto
(20 September 2018-26 September 2020).

Usai dijabat Plt Bupati Adi Erlansyah medio 26 September 2020-5 Desember 2020, lalu Lukman sempat jadi Plh Bupati 5 Desember 2020 hingga 17 Februari 2021. Dilanjutkan oleh Plh Hupati Nirlan 17-26 Februari 2021, hingga dilantik bupati ke-18, Musa Ahmad.

Karib almarhum semasa hidup, Abdulhak, sesama pensiunan PNS Lamteng, sempat Ketua DPC Partai NasDem Kota Metro kini anggota DPRD Kota Metro duduk Komisi I.

"Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT. Aamiin," pesan belasungkawa dia, Jumat malam.

Selamat jalan, "Pakde" Loekman. Semoga husnul khotimah. Merdeka! (Muzzamil)