Helo Indonesia

Selalu Lolos, Penangkapan Terduga Pemalak Sopir Truk Batu Bara

Herman Batin Mangku - Nasional -> Hukum & Kriminal
Senin, 8 Juli 2024 21:38
    Bagikan  
BATU BARA
Helo Lampung

BATU BARA - Penangkapan tersangka pungli sopir batu bara (Foto Kolase Helo)

LAMPUNG, HELONDONESIA.COM -- Banyak yang mengapresiasi penangkapan terduga pemalakkan sopir truk batu bara di RM Obara, Desa Bandarkagungan Raya, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara, Rabu (3/6/2024), pukul 18.00 WIB.

Pj Bupati Lampung Utara Aswarodi ikut pula langsung mengapresiasi penertiban pelaku dugaan pungli. Mewakili warganya, kepala daerah setempat mendukung pemberantasan pungli truk batu bara di wilayahnya.

Aswarodi sampai berdoa kamtibmas kabupaten terus membaik. Kapolres AKBP Teddy Rachesna juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Pj Bupati dan tokoh masyarakat. Dia menegaskan komitmen pemberantasan pungli.

Aktivis Gunawan Pharrikesit awalnya juga mengapresiasi langkah Polda Lampung menindak tegas pungli sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Para sopir truk mengeluhkan pemalakkan.

Ketum DPP Laskar Lampung Nero Jelly Agung Putra Koenang sampai meminta Polda Lampung membubarkan semua pos yang diduga tempat pemalakkan sopir truk batu bara dari kabupaten Waykanan, Lampung Utara, hingga Lampung Tengah.

Namun, Gunawan Pharrikesit yang akhirnya jadi penasehat hukum warga, Jumat (5/6/2024), mengatakan penangkapan tersebut tidak terbukti. Dari enam tersangka, dua pulang dan empat tersangka dalam proses restorasi justice (RJ), kata dia. 

Sebelumnya, Jumat (26/4/2024), setelah ramai pemberitaan maraknya dugaan pungli, sejumlah aparat kepolisian mengamankan sejumlah warga yang menampung pembayaran sopir baru bara di Pos Ulak Rinas, Kecamatan Abung Tinggi.

Esoknya, mereka bebas alasan tak ada bukti pemalakkan, pemaksaan. Ada kerja sama antara perusahaan dan pihak pengelola truk batu bara. Demikian pula pemilik truk batu bara, tak ada yang diproses walau kelebihan muatan.

Pihak kepolisian hanya menghimbau agar melakukan pungli atau pemeriksaan. Janjinya, pihak kepolisian akan menyelidikinya lebih lanjut.

Belum ada pos pemungutan uang dari sopir truk digulung, check point setoran para sopir truk baru bara akan bertambah tiga di Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalinteng) dari Kabupaten Waykanan, Lampung Utara, hingga Kabupaten Lampung Tengah.

Informasi yang dikumpulkan Helo Lampung, ketiga pos setoran yang rencana akan dibuka atas nama perusahaan kerjasama dengan pengusaha truk tersebut di Terbanggi Besar, Tanjungratu, Abungkunang.

Belum lagi, truk-truk itu wajib setoran di jembatan yang sedang diperbaiki di Way Sabu, Kabupaten Lampung Utara. Rencanalainnya, ada yang hendak membuka stockfile dekat Bukitkemuning, Kabupaten Lampung Utara.

Sebelumnya, baru beberapa minggu lalu, muncul dua pos setoran di RM Obara (Kabupaten Lampung Utara) dan tugu perbatasan (Kabupaten Lampung Tengah-Lampung Utara).

Jika ditotal dari perbatasan dengan Sumatera Selatan sampai Kota Bandar Lampung, bakal ada 13 pos setoran yang rata-rata Rp100 ribu hingga Rp400 ribu per truk yang sehari semalam bisa melintas ratusan truk.

Truk-truk itu tak ada yang memuat 10 ton sesuai peraturan yang ada, rata-rata antara 20 sampai 40 ton sekali angkut yang akhirnya merusak jalan dan kerap bikin celaka warga.

Polres Lampung Utara dan Waykanan pernah merazia truk-truk itu, tapi setelah itu lancar jaya lagi. Bukannya semakin tertib, truk-truk angkutan batu bara kapasitas, over dimension/overloading (ODOL), makin tak terkendali.

Padahal, Undang-Undang (UU) tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan menyebutkan kalau ada kendaraan tambang yang rutin seperti itu harusnya lewat jalan khusus tidak menggunakan jalan umum.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, pada rapat dengar pendapat bersama Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan, Rabu (15/2/2023), menegaskan harus ada jalan khusus agar bisa dilewati oleh kendaraan pengangkut batu bara.

Pemprov Lampung bahkan telah mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Lampung No. 045-2/02.08/V.13/2022 tentang Tata Cara Pengangkutan Barang dan Batu Bara menetapkan angkutan baru bara yang diijinkan melintas provinsi ini 10 ton per truk.

Namun, semua stakeholder bungkam. Tak jelas alasan bungkamnya. Akibatnya, jalan umum semakin rusak dan membahayakan pengendara lainnya. Selamat Hari ke-78 Bhayangkara Polri. (HBM)


 -