Helo Indonesia

Ketua KPU Banjarbaru Mengundurkan Diri Karena Terjerat Dugaan Kasus Hukum

Anang Fadhilah - Nasional -> Hukum & Kriminal
Sabtu, 6 Juli 2024 16:07
    Bagikan  
KPU Banjarbaru
Rozy Maulana

KPU Banjarbaru - mantan Ketua KPU Banjarbaru Rozy Maulana. (ist/helokalsel)

TANAH BUMBU, HELOINDONESIA.COMAlasan di balik penggantian Ketua KPU Banjarbaru, Rozy Maulana, yang berujung pada pengunduran dirinya, mulai terungkap.

Diduga, Rozy mantan anggota KPID Kalsel terlibat dalam masalah hukum yang kini sedang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu dan sudah memasuki tahap 1. Tahap ini merupakan proses penyerahan berkas perkara dari penyidik kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk diteliti lebih lanjut.

Hal ini dibenarkan Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanbu, Seno Aji, ketika dikonfirmasi mengenai kasus tersebut pada Sabtu (6/7/2024). "Ya, benar, atas nama Rozy Maulana, kasusnya baru memasuki tahap 1," katanya melalui ponselnya.

Seno menyebutkan, Rozy Maulana diduga melanggar Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.

Sebelumnya, Ketua KPU Kalsel, Andi Tenri Sompa, juga membenarkan penggantian Rozy Maulana dari jabatannya sebagai Ketua KPU Kota Banjarbaru. "Penggantian Rozy Maulana dari Ketua KPU Banjarbaru sudah melalui prosedur, yakni pleno komisioner KPU Banjarbaru setelah Rozy menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua KPU Banjarbaru," tegas Andi Tenri.

Tenri tidak mengungkapkan secara rinci alasan pengunduran diri Rozy. Namun, dalam surat pengunduran diri yang diajukan, Rozy menyatakan bahwa kesibukan di luar tugas KPU menjadi alasannya. "Dia khawatir pekerjaannya sebagai Ketua KPU Banjarbaru tidak akan maksimal, sehingga mengajukan pengunduran diri secara resmi," katanya.

Tenri menyatakan bahwa dirinya telah melakukan komunikasi melalui telepon dengan Rozy mengenai alasan pengunduran dirinya tersebut. "Melalui telepon, Rozy menjelaskan bahwa dia khawatir tidak bisa fokus pada tahapan Pilkada karena urusan lain yang menyita waktu. Dia meminta jabatan ketua dialihkan," paparnya.

Sebelum Rozy diganti sebagai Ketua KPU Banjarbaru, KPU Kalsel menerima aduan dari masyarakat beserta bukti terkait dugaan tindakan yang dilakukan Rozy. Menindaklanjuti aduan tersebut, KPU Kalsel memanggil Rozy beserta empat komisioner lainnya.

Namun, hanya Rozy yang tidak hadir dalam klarifikasi. Pada pleno 28 Juli lalu di KPU Banjarbaru, Rozy juga tidak tampak. Mengenai dugaan tindakan yang dilakukan Rozy, Tenri menyatakan bahwa hal ini menjadi persoalan internal KPU Kalsel.